0 %

sahur / TAG ARCHIVES

adzan

Bolehkah Makan Sesudah Imsak?

Published in Faith
by Hafsyah

Sering terjadi kita terlambat bangun sahur dan satu lain hal, sehingga tanpa kita sadari telah masuk waktu imsak. Bolehkah kita masih makan dan minum sahur walau sudah memasuki waktu imsak? Apa hukumnya makan-minum sahur sesudah waktu imsak?

adzan

Imsak, secara bahasa berarti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak Subuh hingga Maghrib. Namun di Indonesia dewasa ini berkembang anggapan waktu imsak adalah saat ketika harus mulai berpuasa dengan menghentikan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat. Karena sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 187, “Makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu terbit fajar.” Hal ini diperkuat lagi oleh riwayat Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah RA, “Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan sendok terakhir masih ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkan sendok tersebut hingga dia menunaikan hajatnya hingga selesai.” (HR. Abu Daud).

Namun adzan yang dimaksud dalam riwayat ini bukanlah adzan Subuh yang kita ketahui sekarang. Pada zaman Rasulullah SAW adzan berkumandang dua kali yaitu oleh Bilal untuk membangunkan umat Islam salat malam, dan oleh Ibnu Ummi Maktum yang merupakan adzan salat Subuh. Dalam hadits dari Ibnu Umar dan A’isyah RA bahwa, “Bilal biasanya beradzan di malam hari. Lalu, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, ‘Makan dan minumlah kalian, sampai Ibnu Ummi Maktum beradzan, karena tidaklah dia mengumandangkan adzan kecuali setelah terbit fajar.” (HR Bukhari & Muslim)

Sedangkan waktu imsak yang kita kenal dewasa ini adalah sekadar pertanda menjelang waktu Subuh. Biasanya berkisar antara 10-15 menit sebelum adzan Subuh berkumandang. Kita masih boleh makan dan minum walaupun sudah memasuki waktu imsak. Namun alangkah baiknya jika kita telah bersiap-siap untuk menyudahi makan dan minum kita demi sahnya puasa, sekaligus supaya dapat menyegerakan salat Subuh tanpa terburu-buru.

sotr

Hukum Sahur on The Road

Published in Faith
by Hafsyah

Bulan Ramadhan bulannya orang berlomba-lomba berbuat kebaikan. Salah satunya adalah sahur on the road (SOTR). SOTR adalah kegiatan sosial berupa membagikan makanan sahur di beberapa titik kepada mereka yang membutuhkan agar orang-orang ini dapat menjalankan sunnah Rasulullah SAW dalam puasa, yaitu makan sahur. Biasanya titik konsentrasi kegiatan SOTR adalah panti asuhan, kantor kepolisian, pemadam kebakaran, masjid, hingga tempat berkumpul pengemis dan anak jalanan.

Sahur on The Roadr o

Namun sayangnya kegiatan SOTR menuai stigma negatif seiring perkembangan pelaksanaannya. Rombongan pelaku SOTR mengemudi ugal-ugalan, menutup jalan seenaknya demi kelancaran perjalanan rombongan pribadi, melanggar rambu lalu-lintas, hingga membawa berbagai bendera dan atribut yang meresahkan masyarakat. Apa hukum sahur on the road menurut Islam?

Sebagaimana hadits yang berbunyi, Dari Umar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Bukhari & Muslim). Jika kita telaah, niat SOTR sudah cukup baik, yaitu membantu orang-orang yang kurang mampu agar tetap dapat menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Ada juga yang melakukannya sebagai wujud apresiasi terhadap pihak-pihak yang biasa kita abaikan jasanya padahal mereka juga bekerja keras selama puasa seperti petugas kepolisian dan pemadam kebakaran.

Sehingga amat disayangkan pelaksanaannya justru banyak mengandung hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan cenderung merugikan orang lain. Padahal sebagaimana hadits dari Abu Hurairah RA , Rasulullah SAW bersabda, “Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. At-Tirmizi). Mari kita telaah lagi elemen-elemen pelaksanaan SOTR yang justru bertentangan dengan niat baik di awal, dan kita tinggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Misalnya membawa berbagai bendera dan atribut yang meresahkan masyarakat. Hal ini dilakukan guna menunjukkan identitas pelaku SOTR, namun jika kita melakukan sebuah kebaikan sambil menonjolkan identitas kita agar diketahui orang, bagaimana dengan keikhlasan amal kita? Bukankah Islam mengajarkan kita agar merahasiakan sedekah? Abu Hurairah RA meriwayatkan sabda Rasulullah SAW, ”Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya …(dan disebutkan salah satu dari mereka)… yang bersedekah kemudian menyembunyikan sedekahnya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari & Muslim). Sedemikian kuatnya anjuran merahasiakan ibadah ini, hingga secara hiperbolis, jarak sedekat tangan kanan dan kiri pun tidak boleh mengetahuinya.

Imam Asy-Syafi’i mengatakan, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak.

Selain itu, banyak elemen pelaksanaan SOTR yang merugikan orang lain. Misalnya menutup jalan seenaknya yang menyebabkan kemacetan lalu-lintas, dan menghambat atau mempersulit orang-orang dari melaksanakan urusannya. Sedangkan Islam amat menjunjung tinggi sikap tolong-menolong, yang bertolak belakang dengan hal ini. Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Siapa yang berjalan menolong orang yang susah maka Allah akan menurunkan baginya tujuh puluh lima ribu malaikat yang selalu mendoakannya dan dia akan tetap berada dalam rahmat Allah selama dia menolong orang tersebut dan jika telah selesai melakukan pertolongan tersebut, maka Allah akan tuliskan baginya pahala haji dan umrah…” (HR. Thabrani). Untuk itu, boleh saja kita melakukan SOTR selama diawali dengan niat baik dan dilaksanakan dengan cara yang baik pula. Semoga Allah menyertai langkah kita dan menetapkan kita di jalan yang diridhoi-Nya. Aamiin…

sleep--1024x680

7 Tips untuk Bangun Sahur Lebih Cepat dan Segar

Published in Inspiration
by Layyinah Ayu Sukmaningrum

Merasa segar dan bersemangat ketika bangun sahur dapat menjadi sesuatu yang mustahil bagi kebanyakan orang. Mungkin untuk kamu yang sering bangun pagi, hal ini tidaklah sulit. Tetapi bagi yang sering begadang atau mengidap insomnia, bangun sahur merupakan hal yang sangat sulit. Jika seruan masjid tidak membangunkanmu dan alarm tidak juga membuatmu terjaga dalam keadaan segar dan siap bersantap sahur. Kamu dapat mencoba trik sehat berikut ini agar tidurmu berkualitas dan kamu dapat selalu bangun dengan semangat dan segar.

sleep--1024x680

1. Jangan minum obat tidur

Sesulit apapun dirimu untuk tidur dengan cepat, usahakan untuk tidak meminum obat tidur sebelum beranjak ke alam mimpi. Walaupun obat tidur membantumu untuk tidur lebih cepat, tidurmu tidak akan berkualitas dan membuatmu lebih lelah saat terbangun. Minum susu hangat lebih baik untuk membantumu cepat tidur dan membuat tidurmu tenang dan berkualitas sehingga badanmu segar ketika bangun untuk sahur.

2. Awali dengan segelas air

Bukan kopi yang akan membuatmu segar saat bangun sahur, justru segelas air tepat setelah bangun akan membuatmu lebih fresh. Menghidrasi tubuhmu sesegera mungkin setelah kamu bangun dari tidur akan membantu memperlancar aliran oksigen ke seluruh tubuhmu. Hal ini akan membuatmu lebih bertenaga dan segar.

3. Mendengarkan musik

Penilitian telah membuktikan bahwa mendengarkan musik favoritmu akan memicu sekresi dopamin oleh otak. Dopamin adalah senyawa kimia yang memicu rasa bahagia dan euforia. Jadi, mendengarkan musik favoritmu yang upbeat di saat bangun akan membuatmu lebih terjaga dan semangat bersantap sahur. Kamu juga bisa menjadikan musik-musik upbeat sebagai nada alarm agar kamu lebih muda terbangun.

4. Makanan buka yang sehat

Saat berbuka puasa dan dalam keadaan lapar, berikan tubuhmu asupan makanan yang sehat dan bergizi. Kamu dapat makan makanan yang mengandung protein dan serat baik agar kamu tidak mudah ngantuk dan tidurmu berkualitas. Hindari makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan potasium karena makanan ini dapat membuatmu mudah ngantuk dan kamu tidur dalam keadaan tak nyenyak.

5. Makanan sahur yang sehat

Makanan sahur yang sehat dapat memberikan energi untuk tubuhmu. Selain itu, konsumsi makanan sehat saat sahur dapat membuat siklus harimu menjadi lebih baik. Hal ini membuat tidur dan bangunmu berikutnya lebih segar. Makanan yang mengandung protein seperti telur dan seafood serta karbohidrat baik seperti oatmeal dan gandum dapat memberikan energi lebih.

6. Stretching

Gerakan stretching ringan setelah bangun tidur akan menaikkan tingkat energimu dan membantu mengurangi rasa kantuk yang masih tersisa. Stretching ringan ini akan membuatmu tidur lebih nyenyak dan tentu saja bangun lebih segar.

7. Snooze button

Kamu mungkin mendapat kesempatan untuk tidur sedikit lebih lama dengan menekan tombol snooze. Tetapi, tidur singkatmu ini akan membuatmu menjadi lebih lelah. Sekali kamu mendengar suara alarm, melompatlah dari tempat tidurmu dan hirup nafas dalam sebanyak 3-4 kali. Tubuhmu pun akan lebih mudah beradapatasi.

foto: berbagai sumber

buah untuk sahur

5 Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur

Published in Inspiration
by Laiqa Magazine

Saat waktu sahur, nafsu makan kita biasanya tidak terlalu bagus. Apalagi pada minggu minggu awal puasa, tubuh belum terbiasa untuk bangun saat dini hari. Sementara tubuh kita memerlukan asupan bergizi agar senantiasa kuat dan sehat saat berpuasa. Seperti banyak dianjurkan para dokter, penting bagi kita untuk mengkonsumsi buah dan sayuran saat sahur dan berbuka. Memakan buah saat sahur pun dapat memberikan efek segar pada mulut, karena saat bangun tidur, mulut cenderung kering.

Di bawah ini terdapat beberapa buah yang baik dikonsumsi saat sahur.

1. Pepaya
pepaya

Buah tropis ini sangat kaya akan vitamin. Vitamin C pada papaya lebih besar daripada jeruk, sedangkan Vitamin A pada papaya lebih banyak daripada wortel. Selain itu, papaya juga mengandung banyak Vitamin B kompleks dan Vitamin E. Pepaya membantu proses pencernaan makanan di tubuh, sehingga makanan saat sahur bisa lebih cepat diserap nutrisinya oleh tubuh dan memberi energi lebih baik saat puasa. Bagi penderita maag, buah ini sangat dianjurkan karena memiliki tekstur yang lembut untuk lambung.

2. Apel

apel

Apel merupakan salah satu buah yang dicintai para pelaku diet. Selain karena apel bisa mengurangi rasa lapar, apel pun kaya akan vitamin seperti Vitamin A, B, dan C. Apel pun memiliki fungsi yang mirip dengan kurma, yaitu membasmi kolesterol pada tubuh. Lebih baik jika apel dikonsumsi dengan kulitnya karena mengandung senyawa fenolik yang baik untuk jantung. Bahkan, jika kamu memakan apel dengan cara digigit langsung (tidak dipotong terlebih dahulu), proses ini akan membantu membersihkan gigi.

3. Pisang

pisang

Buah ini merupakan salah satu buah penghasil energi terbesar dibanding buah lainnya. Sebuah pisang berukuran sedang, mengandung kurang lebih 110 kalori, 30 gram karbohidrat, dan 1 gram protein. Untuk waktu sahur yang cukup singkat, satu buah ini bisa menyuntikan banyak energi untuk tubuhmu. Selain bisa membantu melancarkan pencernaan pada usus, pisang pun bisa memperlancar peredaran darah sehingga kulit tidak terlalu tampak pucat saat berpuasa.

4. Jeruk

jeruk

Selain kandungan vitamin yang dimiliki jeruk, buah ini pun kaya akan protein. Rasa segar buah ini pun bisa membuat proses saat makan sahur menjadi lebih menyenangkan. Jeruk juga bisa membersihkan lemak tak jenuh dalam tubuh. Menyiapkan segelas air jeruk hangat dengan madu bisa menambah stamina tubuh selama berpuasa.

5. Blewah

blewah

Buah ini memang memiliki popularitas yang meningkat saat bulan puasa. Jika biasanya blewah dikonsumsi saat berbuka, blewah juga sebenarnya baik dikonsumsi saat sahur karena bisa membantu mencegah dan meredakan rasa mual akibat asam lambung meningkat. Meskipun rasanya manis, kandungan gula pada blewah tidak terlalu tinggi sehingga aman untuk kamu yang sedang diet.

 

Iron Skillet Fried Chicken

Makanan yang Harus Dihindari untuk Sahur

Published in Inspiration
by Layyinah Ayu Sukmaningrum

Sahur disunahkan untuk dilakukan di akhir agar kita dapat kuat menjalani puasa selama sehari. Sangat penting bagi kamu untuk makan makanan sehat dan bergizi pada saat sahur sehingga tubuhmu tetap ternutrisi dan terhidrasi sepanjang hari. Meski tak ada aturan khusus makanan seperti apa yang harus dimakan, tetapi ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari agar kamu tidak salah memberikan asupan pada tubuhmu. Jika kamu ingin tetap sehat dan kuat selama puasa, berikut makanan yang perlu kamu hindari saat sahur.

Iron Skillet Fried Chicken

Makanan deep-fried

Semua makanan yang digoreng tentu akan menyimpan minyak. Apalagi makanan yang digoreng dengan cara deep-fried, minyak yang terkandung tentu lebih banyak. Kandungan minyak dalam makanan ini akan membuat proses pencernaanmu melambat dan menyumbat pembuluh darah. Selain itu, makan makanan gorengan akan membuatmu cepat haus selama puasa.

Makanan tinggi gula dan garam

Air sangat mudah diikat oleh gula atau garam. Jika kamu makan makanan tinggi gula dan garam saat sahur, maka kandungan gula atau garam akan mengikat air dalam tubuhmu. Hal ini menyebabkan kamu lebih cepat haus selama puasa. Selain itu, karena proses pencernaan gula oleh tubuh cepat, kamu akan menjadi mudah lapar.

Makanan tinggi lemak

Seperti halnya minyak, lemak dapat menyumbat pembuluh darah sehingga sirkulasi darah terganggu dan membuatmu mudah lelah. Selain itu, potensi penyakit jantung juga semakin meningkat. Puasa yang awalnya membuatmu sehat justru akan membuat kesehatanmu menurun jika makanan yang kamu makan tidak diatur dengan baik.

foto: berbagai sumber

nasgorkam

5 Rekomendasi Tempat Sahur di Jakarta

Published in Food, Inspiration
by Hafsyah

Malas masak sahur? Tenang saja, kami punya 5 rekomendasi tempat sahur menarik di Jakarta!

1. Nasi goreng kambing Kebon Sirihnasgorkam

Nasi goreng kambing yang melegenda di se-antero Jakarta ini buka pada malam sampai dini hari. Nasi goreng berbumbu kaya rempah mirip nasi kebuli, bertabur daging kambing empuk, ditemani emping garing. Untuk melengkapi santap sahur kamu, jangan lewatkan juga sate kambingnya yang tak kalah lezat.

2. KL VillageklKuliner khas Melayu ini terletak di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. Menu-menu yang disajikan adalah ragam makanan kopitiam mulai dari roti canai, nasi lemak, nasi briyani, seafood, hingga martabak. Salah satu menu unik KL Village adalah roti tisu yang tipis berbentuk kerucut dengan aneka topping yang nikmat. Usahakan memilih kursi di luar untuk menikmati santap sahur sambil menikmati angin malam Jakarta.

3. Aneka Bubur 786bubur

Tempat bubur yang buka 24 jam ini menawarkan hidangan khas Pakistan. Misalnya martabak sayur, martabak daging, serta roti naan aneka topping gurih dan manis. Menu khas kedai ini yang selalu jadi incaran pengunjung adalah bubur zafran yang terbuat dari buah zafran khas Pakistan. Untuk hidangan yang lebih berat, kedai yang berlokasi di Kemang ini juga menyediakan berbagai seafood dan Chinese food.

4. Sate Padang Ajo Ramonsate

Satu lagi legenda kuliner Jakarta. Kuliner Minang seakan tidak pernah kehabisan menu yang menggoyang lidah. Salah satunya sate padang. Sate daging dan lidah sapi ini tersaji dengan ketupat dan saus yang khas. Cocok jadi pilihan menu sahur kamu, sebab Ajo Ramon buka hingga subuh, lho.

5. Dim Sum Inc.dimsum

Dim Sum Inc. yang terletak di Pasar Festival buka hingga subuh selama bulan Ramadhan. Jadi kamu bisa bersantap sahur dengan aneka ragam dim sum goreng, kukus, bubur, hingga dessert. Pas untuk sahur bareng keluarga dan teman-teman sekaligus kumpul bersama.