0 %

ramadhan / TAG ARCHIVES

tarawih

Hadits Palsu Pahala Salat Tarawih?

Published in Faith
by Hafsyah

Salat Tarawih adalah salat malam yang dilakukan hanya selama bulan Ramadhan. Hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang dikuatkan) yang mendekati wajib karena kekhasannya dengan bulan Ramadhan. Kata Tarawih berasal dari bentuk tunggal tarwihah yang berarti duduk sesaat untuk istirahat. Sebab salat ini dilaksanakan malam hari, setelah beristirahat sejenak dari salat Isya. Salah satu riwayat keutamaan salat Tarawih yang populer di bulan Ramadhan 2016 adalah rangkaian pahalanya dari malam pertama hingga malam ketiga puluh.

tarawih

Dari Ali bin Abi Thalib berkata: “Aku bertanya kepada Nabi SAW tentang keutamaan Tarawih di bulan Ramadhan lalu Beliau berkata: Dosa-dosa orang yang beriman keluar darinya pada malam pertama seperti hari dilahirkan ibunya. Di Malam Ke-2 : Dirinya diampuni juga (dosa) kedua orang tuannya jika keduanya beriman. Di Malam Ke-3 : Malaikat memanggil dari bawah arsy ; mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang lalu. Di Malam Ke-4 : Baginya pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur dan al Furqan (al Qur’an). Di malam Ke-5 : Allah memberinya pahala seperti orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjid Aqsha. Di Malam Ke-6 : Allah memberinya pahala seperti orang yang melakukan thawaf mengelilingi baitul makmur dan bebatuan pun memohonkan ampunan baginya. Di Malam Ke-7 : Seakan-akan dia bertemu Musa as dan kemenangannya atas firaun dan Haman. Di Malam Ke-8 : Allah memberikan kepadanya seperti apa yang telah diberikan-Nya kepada Ibrahim as. Di Malam Ke-9 : Seakan-akan dia beribadah kepada Allah seperti ibadahnya Nabi saw. Di Malam Ke-10 : Allah memberikan rezeki kepadanya kebaikan dunia dan akhirat. Di Malam Ke-11 : Dirinya keluar dari dunia seperti hari kelahirannya dari rahim ibunya. Di Malam Ke-12 : Pada hari kiamat dirinya akan datang seperti bulan di malam purnama. Di Malam Ke-13 : Pada hari kiamat dia akan datang dengan keamanan dari segala keburukan. Di Malam Ke-14 : Malaikat datang untuk menyaksikannya shalat taraweh dan kelak Allah tidak akan menghisabnya pada hari kiamat. Di Malam Ke-15 : Para malaikat dan para malaikat pembawa Arsy dan kursi bershalawat kepadanya. Di Malam Ke-16 : Allah swt menetapkan baginya kebebasan dari api neraka dan dimasukan ke surga. Di MalamKe-17 : Diberikan pahala seperti pahala para Nabi. Di Malam Ke-18 : Para malaikat memanggil Wahai Abdullah,”Sesungguhnya Allah telah meredhoimu dan meredhoi kedua orang tuamu.’ Di Malam Ke-19 : Allah mengangkat derajatnya di surga Firdaus. Di Malam Ke-20 : Dia diberikan pahala para syuhada dan orang-orang shaleh. Di Malam Ke-21 : Allah membangunkan baginya sebuah rumah dari cahaya di surga. Di Malam Ke-22 : Pada hari kiamat ia akan datang dengan rasa aman dari semua kesulitan dan kecemasan. Di Malam Ke-23 : Allah membangun baginya sebuah kota di surga. Di Malam Ke-24 : Dikatakan kepadanya,”Ada 24 doa yang dikabulkan.’ Di Malam Ke-25 : Allah mengangkat siksa kubur darinya. Di Malam Ke-26 : Allah mengangkatnya seperti pahala 40 ulama. Di Malam Ke-27 : Pada hari kiamat ia akan melintasi shirothul mustaqim bagai kilat yang menyambar. Di Malam Ke-28 : Allah mengangkatnya 1000 derajat di surga. Di Malam Ke-29 : Allah memberikan ganjaran baginya 1000 hujjah (argumentasi) yang dapat diterima. Di Malam Ke-30 : Allah berfirman: Wahai hamba-Ku makanlah dari buah-buahan surga dan mandilah dari air salsabila.”

Namun para ahli hadits meragukan keshahihan hadits ini, karena rangkaian pahala yang terdengar berlebihan, sekalipun ini adalah bulan Ramadhan, bulan berlipatgandanya pahala.

Beberapa ciri-ciri hadits palsu menurut para ahlli adalah:

1. Kelebihan yang disebutkan menyamai atau melebihi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

2. Kelebihan yang disebutkan tidak sepadan dengan amalan yang dilakukan.

3. Redaksi kata-katanya berbeda dengan lafaz dan susunan kata hadits-hadits shahih yang keluar dari mulut Rasulullah SAW.

4. Hadits ini diawali dengan ‘Ya Ali’, sedangkan para ulama sepakat hanya tiga hadits shahih yang dimulai dengan awalan ini, dan hadits tarawih ini bulan salah satunya.

Al Lajnah ad Daimah menyebutkan bahwa hadits tersebut tidak memiliki landasan dan termasuk dalam hadits-hadits dusta terhadap Rasulullah SAW. (al Lajnah ad Daimah Li al Buhuts al Ilmiyah wa al Ifta’ No. 8050). Wallahu ‘alam bishawab.

kurma

Sunnah Rasulullah SAW Berbuka Puasa

Published in Faith
by Hafsyah

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, waktu berbuka yang dinanti-nanti terasa begitu indah. Hidangan berbuka yang telah tersaji tak sabar rasanya untuk segera kita santap. Ada banyak hal yang harus diperhatikan selagi berbuka puasa. Pastikan kamu tidak makan terlalu kenyang, mendahulukan menu yang tidak membuat pencernaan ‘kaget’, sehingga tidak mengganggu ibadah malam kita. Misalnya lagi, mana yang harus didahulukan: makan atau salat maghrib—apalagi salat maghrib waktunya sangat terbatas. Untungnya, Rasulullah SAW sebagai tauladan terbaik (uswatun hasanah) telah mencontohkan beberapa adab berbuka puasa. Antara lain:

kurma

-Menyegerakan berbuka puasa

Ada banyak riwayat yang menyebutkan anjuran Rasulullah untuk menyegerakan berbuka puasa. Dari Sahl bin Sa’ad RA, Rasulullah Saw bersabda: “Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka.” (HR Bukhari). Ada lagi hadits lain menyebutkan, Dari Sahl bin Sa’ad ra, Rasulullah Saw bersabda: “Umatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa).” (HR Abu Dawud). Tidak menunggu bintang yang dimaksud dalam hadits ini adalah berbuka puasa begitu matahari terbenam (penanda waktu maghrib karena ketika itu belum ada jam), bukan ketika hari sudah benar-benar malam hingga telah tampak bintang di langit.

Hikmah sunnah ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umatNya yang telah seharian tidak makan dan minum. Allah SWT pencipta sekalian manusia memahami batasan-batasan fisik manusia dan tidak ingin umatNya kelaparan-kehausan lebih lama lagi.

-Mendahulukan berbuka daripada salat maghrib

Sering kita bingung antara mendahulukan makan atau salat maghrib, karena maghrib waktunya amat singkat. Sedangkan kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk makan, apalagi setelah seharian berpuasa. Rasulullah SAW bersabda, dari Abu Darda’ RA: “Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi: menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam salat.” (HR At Thabrani). Meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam salat maksudnya sikap tangan selepas takbiratul ihram hingga menjelang rukuk.

Jika makanan belum terhidang, maka sebaiknya kita hanya membatalkan puasa kemudian salat. Namun jika makanan telah terhidang begitu adzan berkumandang, maka makruh hukumnya meninggalkan hidangan untuk salat. Dari Anas bin Malik r.a.: Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila telah dihidangkan makan malam, maka makanlah sebelum kamu menunaikan salat maghrib, dan jangan kamu tergopoh-gapah ketika makan malam kamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dihidangkan makan malam seseorang kamu, sedangkan salat (jamaah) telah didirikan, maka mulailah dengan makan malam. Janganlah dia tergopoh-gopoh hingga dia selesai.” (HR Bukhari dan Muslim). Dua hadits ini menegaskan pentingnya mendahulukan makan daripada salat, dengan catatan makanan telah terhidang di depan mata. Dalam makan pun, makanlah dengan tenang dan jangan terburu-buru karena belum salat. Secara medis, makan yang tergesa-gesa memang tidak baik untuk kesehatan pencernaan. Selain membuat perut menjadi ‘kaget’, kenikmatan makanan secara psikologis pun akan jauh berkurang.

-Berbuka dengan kurma dan air

Dari Anas RA, katanya: “Bahwa Rasulullah SAW berbuka puasa dengan beberapa biji rutab (kurma basah) sebelum salat. Sekiranya tiada rutab, maka dengan beberapa biji thamar (kurma kering), dan sekiranya tiada thamar, maka Baginda minum beberapa teguk air.” (HR. Imam Ahamd dan Tirmizi). Kurma adalah buah yang paling mudah ditemui di Jazirah Arab pada masa itu. Namun secara medis, manfaat kurma sebagai menu pembuka puasa adalah buah ini tinggi glukosa yang dapat menyuntikkan energi ke tubuh seketika. Selain itu juga penting untuk tidak langsung makan berat dan mendahulukan meminum air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

adzan

Bolehkah Makan Sesudah Imsak?

Published in Faith
by Hafsyah

Sering terjadi kita terlambat bangun sahur dan satu lain hal, sehingga tanpa kita sadari telah masuk waktu imsak. Bolehkah kita masih makan dan minum sahur walau sudah memasuki waktu imsak? Apa hukumnya makan-minum sahur sesudah waktu imsak?

adzan

Imsak, secara bahasa berarti menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak Subuh hingga Maghrib. Namun di Indonesia dewasa ini berkembang anggapan waktu imsak adalah saat ketika harus mulai berpuasa dengan menghentikan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat. Karena sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 187, “Makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu terbit fajar.” Hal ini diperkuat lagi oleh riwayat Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah RA, “Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan sedangkan sendok terakhir masih ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkan sendok tersebut hingga dia menunaikan hajatnya hingga selesai.” (HR. Abu Daud).

Namun adzan yang dimaksud dalam riwayat ini bukanlah adzan Subuh yang kita ketahui sekarang. Pada zaman Rasulullah SAW adzan berkumandang dua kali yaitu oleh Bilal untuk membangunkan umat Islam salat malam, dan oleh Ibnu Ummi Maktum yang merupakan adzan salat Subuh. Dalam hadits dari Ibnu Umar dan A’isyah RA bahwa, “Bilal biasanya beradzan di malam hari. Lalu, Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, ‘Makan dan minumlah kalian, sampai Ibnu Ummi Maktum beradzan, karena tidaklah dia mengumandangkan adzan kecuali setelah terbit fajar.” (HR Bukhari & Muslim)

Sedangkan waktu imsak yang kita kenal dewasa ini adalah sekadar pertanda menjelang waktu Subuh. Biasanya berkisar antara 10-15 menit sebelum adzan Subuh berkumandang. Kita masih boleh makan dan minum walaupun sudah memasuki waktu imsak. Namun alangkah baiknya jika kita telah bersiap-siap untuk menyudahi makan dan minum kita demi sahnya puasa, sekaligus supaya dapat menyegerakan salat Subuh tanpa terburu-buru.

sotr

Hukum Sahur on The Road

Published in Faith
by Hafsyah

Bulan Ramadhan bulannya orang berlomba-lomba berbuat kebaikan. Salah satunya adalah sahur on the road (SOTR). SOTR adalah kegiatan sosial berupa membagikan makanan sahur di beberapa titik kepada mereka yang membutuhkan agar orang-orang ini dapat menjalankan sunnah Rasulullah SAW dalam puasa, yaitu makan sahur. Biasanya titik konsentrasi kegiatan SOTR adalah panti asuhan, kantor kepolisian, pemadam kebakaran, masjid, hingga tempat berkumpul pengemis dan anak jalanan.

Sahur on The Roadr o

Namun sayangnya kegiatan SOTR menuai stigma negatif seiring perkembangan pelaksanaannya. Rombongan pelaku SOTR mengemudi ugal-ugalan, menutup jalan seenaknya demi kelancaran perjalanan rombongan pribadi, melanggar rambu lalu-lintas, hingga membawa berbagai bendera dan atribut yang meresahkan masyarakat. Apa hukum sahur on the road menurut Islam?

Sebagaimana hadits yang berbunyi, Dari Umar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Bukhari & Muslim). Jika kita telaah, niat SOTR sudah cukup baik, yaitu membantu orang-orang yang kurang mampu agar tetap dapat menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Ada juga yang melakukannya sebagai wujud apresiasi terhadap pihak-pihak yang biasa kita abaikan jasanya padahal mereka juga bekerja keras selama puasa seperti petugas kepolisian dan pemadam kebakaran.

Sehingga amat disayangkan pelaksanaannya justru banyak mengandung hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan cenderung merugikan orang lain. Padahal sebagaimana hadits dari Abu Hurairah RA , Rasulullah SAW bersabda, “Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. At-Tirmizi). Mari kita telaah lagi elemen-elemen pelaksanaan SOTR yang justru bertentangan dengan niat baik di awal, dan kita tinggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Misalnya membawa berbagai bendera dan atribut yang meresahkan masyarakat. Hal ini dilakukan guna menunjukkan identitas pelaku SOTR, namun jika kita melakukan sebuah kebaikan sambil menonjolkan identitas kita agar diketahui orang, bagaimana dengan keikhlasan amal kita? Bukankah Islam mengajarkan kita agar merahasiakan sedekah? Abu Hurairah RA meriwayatkan sabda Rasulullah SAW, ”Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya …(dan disebutkan salah satu dari mereka)… yang bersedekah kemudian menyembunyikan sedekahnya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari & Muslim). Sedemikian kuatnya anjuran merahasiakan ibadah ini, hingga secara hiperbolis, jarak sedekat tangan kanan dan kiri pun tidak boleh mengetahuinya.

Imam Asy-Syafi’i mengatakan, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak.

Selain itu, banyak elemen pelaksanaan SOTR yang merugikan orang lain. Misalnya menutup jalan seenaknya yang menyebabkan kemacetan lalu-lintas, dan menghambat atau mempersulit orang-orang dari melaksanakan urusannya. Sedangkan Islam amat menjunjung tinggi sikap tolong-menolong, yang bertolak belakang dengan hal ini. Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Siapa yang berjalan menolong orang yang susah maka Allah akan menurunkan baginya tujuh puluh lima ribu malaikat yang selalu mendoakannya dan dia akan tetap berada dalam rahmat Allah selama dia menolong orang tersebut dan jika telah selesai melakukan pertolongan tersebut, maka Allah akan tuliskan baginya pahala haji dan umrah…” (HR. Thabrani). Untuk itu, boleh saja kita melakukan SOTR selama diawali dengan niat baik dan dilaksanakan dengan cara yang baik pula. Semoga Allah menyertai langkah kita dan menetapkan kita di jalan yang diridhoi-Nya. Aamiin…

ramadhan2

Sunnah-Sunnah Bulan Ramadhan

Published in Faith
by Hafsyah

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Allah SWT melipatgandakan berbagai pahala atas amalan-amalan wajib dan sunnah. Selain puasa yang wajib di bulan Ramadhan, ada banyak amalan-amalan sunnah dengan pahala berlipat ganda di bulan Ramadhan. Apa sajakah sunnah-sunnah di bulan Ramadhan?

ramadhan2

1. Salat Tarawih

Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari & Muslim)

Qiyam Ramadhan yang dimaksud di sini adalah salat tarawih. Rasulullah SAW juga pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu Beliau bersabda, Siapa yang salat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An-Nasai)

2. Sahur

Salah satu cobaan bulan Ramadhan adalah bangun sahur. Ketika kita sedang tertidur lelap, kita harus bangun melawan kantuk dan makan. Bagi sebagian orang, ini amat sulit dilakukan karena sebagian orang tidak terbiasa langsung makan begitu bangun tidur. Namun, Rasulullah SAW menekankan pentingnya sahur, walau hanya dengan seteguk air. Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang sahur.” (HR Ibnu Syaibah dan Ahmad)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Ahmad & An-Nasai)

Dalam sahur, disunnahkan bagi kita untuk mengakhirkan waktu sahur. Dari Sahl bin Sa’d RA: Saya pernah makan sahur bersama keluarga saya, kemudian saya bersegera untuk mendapatkan sujud bersama Rasulullah SAW.” (HR. Bukhari). Kemudian dari Za’id bin Tsabit RA: “Kami makan sahur bersama Nabi SAW kemudian Beliau berdiri untuk salat subuh. Anas bin Malik bertanya kepadanya, berapa jarak antara adzan dengan sahur? Zaid bin Tsabit RA menjawab, kurang lebih selama bacaan lima puluh ayat.” (HR. Bukhari & Muslim)

3. Menyegerakan berbuka

Ketika adzan maghrib berkumandang, disunnahkan bagi kita untuk menyegerakan berbuka puasa. Bahkan mendahulukan berbuka puasa daripada salat maghrib. Manusia sentiasa dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari & Muslim).

Dari Anas bin Malik r.a.: Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila telah dihidangkan makan malam, maka makanlah sebelum kamu menunaikan salat maghrib, dan jangan kamu tergopoh-gapah ketika makan malam kamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dihidangkan makan malam seseorang kamu, sedangkan salat (jamaah) telah didirikan, maka mulailah dengan makan malam. Janganlah dia tergopoh-gopoh hingga dia selesai.” (HR Bukhari dan Muslim).

 

4. Memberi makanan buka puasa

Salah satu sunnah lain di bulan Ramadhan adalah memberi makan bagi orang berpuasa. Hikmah sunnah ini adalah untuk menumbuhkan jiwa sosial dan kedermawanan umat Islam. Dari Yazid bin Khalid Al Juhanniy RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa memberi makanan untuk orang yang berpuasa, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (H.R Turmudzi)

Dari Anas RA bahwasanya Nabi Muhammad SAW datang ke tempat Sa’ad bin Ubadah RA. kemudian ia menghidangkan roti dan mentega, maka Beliau pun memakannya serta bersabda: “Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang berpuasa, dan memakan makananmu orang-orang yang baik serta malaikat mendoakan kamu.” (H.R Abu Dawud)

kolak

4 Makanan Khas Bulan Ramadhan

Published in Food
by Hafsyah

Bulan Ramadhan di Indonesia, negara dengan mayoritas muslim banyak dihiasi pernak-pernik khas selain rangkaian ibadah. Selain suasana syahdunya, ada banyak hal lain yang kita rindukan dari bulan Ramadhan. Salah satunya adalah makanan khas yang tidak dijumpai di bulan lain. Apa saja makanan khas bulan Ramadhan?

Timun suri

Timun suri

Buah yang satu ini amat identik dengan bulan Ramadhan. Uniknya, meskipun namanya ‘timun’, dan bentuknya menyerupai mentimun, tapi buah timun suri bukan berasal keluarga mentimun. Timun suri berasal dari suku tumbuhan labu-labuan (cucurbitaceae) dengan bentuk daun dan ukuran biji lebih menyerupai blewah atau melon. Timun suri setengah masak menjadi primadona bulan Ramadhan karena cocok sebagai bahan dasar es penyegar dahaga berbuka puasa. Keunikan lain adalah, timun suri bukan buah musiman sehingga dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun (seperti jeruk, pisang, atau pepaya), namun timun suri hanya marak dijual selama bulan Ramadhan.

Kolang-kaling

Kolang-kaling

Buah atap adalah camilan kenyal berbentuk lonjong dengan warna putih transparan. Kolang-kaling berasal dari biji pohon aren (arenga pinnata) yang dibakar hingga hangus. Setelah dihilangkan getahnya, biji aren ini direbus untuk menghilangkan getahnya selama beberapa jam. Kemudian kolang-kaling direndam larutan air kapur hingga terfermentasi. Kolang-kaling memiliki 93.8% air dalam tiap 100 gram-nya. Sehingga memiliki cita rasa yang menyegarkan untuk berbuka puasa. Selain itu, kolang-kaling juga tinggi serat yang melancarkan pencernaan dan tinggi kalsium yang berkhasiat meredakan nyeri sendi. Kolang-kaling biasa dijadikan komponen pembuatan es atau bahan tambahan dalam kolak.

Kolak pisang

Kolak pisang

Kolak adalah makanan asal Indonesia berbahan dasar pisang dan ubi-ubian yang direbus bersama santan dan gula aren. Kolak merupakan salah satu hidangan takjil paling populer yang sangat identik dengan Ramadhan. Rasa pisang yang lembut, bertemu manis gula aren, dan gurih santan cocok membuka menu buka puasa. Selain pisang, bahan dasar kolak yang tak kalah populer adalah ubi, labu, puding, kolang-kaling, hingga durian.

Biji salak

Biji salak

Nama hidangan ini mungkin akan membuat kita mengernyitkan dahi. Tapi biji salak tidak terbuat dari biji salak sesungguhnya. Biji salak terbuat dari ubi jalar yang dikupas, dikukus, kemudian dihaluskan bersama tepung sagu, garam, dan air. Biji salak memperoleh namanya karena bentuknya yang bulan-bulat menyerupai buah bersisik tajam tersebut. Biji salak dihidangkan dengan kuah kolak yang manis-gurih sebagai pembuka selera berbuka puasa. Ada juga yang menyajikan biji salak dengan kuah gula, lalu disiram santan kental di atasnya.

maag

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Maag Selama Puasa

Published in Food, Inspiration
by Hafsyah

Gastritis atas maag, secara sederhana adalah mekanisme pencernaan yang berjalan kurang sempurna. Ketika mencerna makanan, lambung akan otomatis mengeluarkan asam untuk menghancurkan makanan sehingga mudah dicerna. Namun pada penderita maag, akibat pola makan yang tidak teratur, stress, serta beberapa kelainan organ pencernaan, kinerja lambung menjadi berantakan. Sehingga asam lambung yang sedianya melumat makanan, malah melukai lambung itu sendiri.

maag

Kunci aman pencernaan bagi penderita maag adalah menghindari makanan yang memicu produksi asam lambung, mengandung gas (karena hal ini mengganggu keseimbangan gas dan asam lambung), atau sulit dicerna sehingga memberatkan kerja lambung. Penderita maag membutuhkan perlakuan khusus selama menjalani puasa. Walaupun menderita maag, kamu tetap bisa berpuasa dengan normal, asal kamu memperhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka. Berikut daftar makanan yang harus dihindari penderita maag selama puasa:

Soda

Minuman berkarbonasi ini banyak digemari karena rasanya yang segar. Namun penderita maag sebaiknya menjauhi soda karena karena mengandung banyak gas yang kurang baik bagi lambung. Akibatnya kamu akan merasa kembung, banyak bersendawa, dan terasa sebah yang tidak nyaman di perut.

Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng banyak mengandung minyak yang memiliki kandungan lemak tinggi. Bagi penderita maag, makanan berlemak akan memicu produksi asam lambung yang membuat perut terasa perih dan sakit.

Makanan tinggi lemak

Menyambung poin sebelumnya, makanan tinggi lemak yang harus dihindari antara lain makanan bersantan, susu full cream, daging sapi, daging kambing, serta berbagai olahan dairy seperti krim, keju, dan lain-lain. Dan sebagainya. Makanan tinggi lemak semacam ini boleh saja dikonsumsi penderita maag dalam interval waktu tertentu, misalnya sepekan sekali.

Sayur-buah tinggi gas

Sayur dan buah juga tak selama baik untuk penderita maag. Hal ini karena beberapa sayur dan buah memiliki kandungan gas yang tinggi sehingga buruk untuk kondisi pencernaan penderita maag, antara lain: sawi, kol, brokoli, nangka, durian, kedondong, pisang ambon, dan buah-buahan yang dikeringkan.

Sumber karbohidrat tertentu

sumber karbohidrat seperti ketan, mie, pasta, talas, dodol, jagung, bihun, dan segala turunan olahannya sebaiknya dihindari oleh penderita maag karena dapat memicu naiknya asam lambung.

Makanan fermentasi

Makanan fermentasi seperti oncom dan tape, dalam proses pembuatannya menggunakan ragi. Oncom dan tape dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga kurang baik dikonsumsi penderita maag. Uniknya, beberapa makanan fermentasi seperti yogurt dan tempe justru baik dikonsumsi penderita maag.

Makanan yang merangsang kerja pencernaan

Beberapa jenis makanan dapat merangsang kinerja pencernaan sehingga memberatkan tugas lambung, antara lain makanan pedas, asam, bercuka, kopi, dan mengandung banyak merica.

buah untuk sahur

5 Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur

Published in Inspiration
by Laiqa Magazine

Saat waktu sahur, nafsu makan kita biasanya tidak terlalu bagus. Apalagi pada minggu minggu awal puasa, tubuh belum terbiasa untuk bangun saat dini hari. Sementara tubuh kita memerlukan asupan bergizi agar senantiasa kuat dan sehat saat berpuasa. Seperti banyak dianjurkan para dokter, penting bagi kita untuk mengkonsumsi buah dan sayuran saat sahur dan berbuka. Memakan buah saat sahur pun dapat memberikan efek segar pada mulut, karena saat bangun tidur, mulut cenderung kering.

Di bawah ini terdapat beberapa buah yang baik dikonsumsi saat sahur.

1. Pepaya
pepaya

Buah tropis ini sangat kaya akan vitamin. Vitamin C pada papaya lebih besar daripada jeruk, sedangkan Vitamin A pada papaya lebih banyak daripada wortel. Selain itu, papaya juga mengandung banyak Vitamin B kompleks dan Vitamin E. Pepaya membantu proses pencernaan makanan di tubuh, sehingga makanan saat sahur bisa lebih cepat diserap nutrisinya oleh tubuh dan memberi energi lebih baik saat puasa. Bagi penderita maag, buah ini sangat dianjurkan karena memiliki tekstur yang lembut untuk lambung.

2. Apel

apel

Apel merupakan salah satu buah yang dicintai para pelaku diet. Selain karena apel bisa mengurangi rasa lapar, apel pun kaya akan vitamin seperti Vitamin A, B, dan C. Apel pun memiliki fungsi yang mirip dengan kurma, yaitu membasmi kolesterol pada tubuh. Lebih baik jika apel dikonsumsi dengan kulitnya karena mengandung senyawa fenolik yang baik untuk jantung. Bahkan, jika kamu memakan apel dengan cara digigit langsung (tidak dipotong terlebih dahulu), proses ini akan membantu membersihkan gigi.

3. Pisang

pisang

Buah ini merupakan salah satu buah penghasil energi terbesar dibanding buah lainnya. Sebuah pisang berukuran sedang, mengandung kurang lebih 110 kalori, 30 gram karbohidrat, dan 1 gram protein. Untuk waktu sahur yang cukup singkat, satu buah ini bisa menyuntikan banyak energi untuk tubuhmu. Selain bisa membantu melancarkan pencernaan pada usus, pisang pun bisa memperlancar peredaran darah sehingga kulit tidak terlalu tampak pucat saat berpuasa.

4. Jeruk

jeruk

Selain kandungan vitamin yang dimiliki jeruk, buah ini pun kaya akan protein. Rasa segar buah ini pun bisa membuat proses saat makan sahur menjadi lebih menyenangkan. Jeruk juga bisa membersihkan lemak tak jenuh dalam tubuh. Menyiapkan segelas air jeruk hangat dengan madu bisa menambah stamina tubuh selama berpuasa.

5. Blewah

blewah

Buah ini memang memiliki popularitas yang meningkat saat bulan puasa. Jika biasanya blewah dikonsumsi saat berbuka, blewah juga sebenarnya baik dikonsumsi saat sahur karena bisa membantu mencegah dan meredakan rasa mual akibat asam lambung meningkat. Meskipun rasanya manis, kandungan gula pada blewah tidak terlalu tinggi sehingga aman untuk kamu yang sedang diet.

 

Screen Shot 2016-06-06 at 11.31.16 AM

Asal-Usul Kata Ramadhan

Published in Faith
by HijUp

Ramadhan tiba. Sebentar lagi akan kita jelang bulan suci yang ditunggu-tunggu umat Islam. Bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan Ramadhan selalu identik dengan puasa dan lebaran. Namun, tahukah kamu asal-usul penamaan Ramadhan? Apa makna yang terkandung di balik kata ramadhan? Berikut penjelasan asal-usul kata Ramadhan yang dirangkum dari berbagai sumber.

Screen Shot 2016-06-06 at 11.31.16 AM

Bulan ke-9 dalam kalender Qomariyah ini diambil namanya dari Sedangkan Ramadhan diambil dari kata ramdha, yang bermakna literal pasir terjemur, namun lazim diartikan sangat panas. Karena datangnya memang bulan Ramadhan bertepatan dengan puncak musim panas. Lebih jauh lagi, An-Nawawi dalam kitab Tahdzib al-Asma wa al-Lughat, menyebutkan beberapa pendapat ahli bahasa tentang penamaan Ramadhan.

Kata ar-ramd yang artinya sangat panas diterjemahkan secara bebas sebagai panas yang membakar. Sebagaimana puasa dan amalan-amalan bulan Ramadhan membakar habis dosa-dosa kita. Sehingga bukan hanya makna panas secara harfiah saja, melainkan panas secara kiasan akan pemmbakaran dosa-dosa manusia.

Ramadhan juga diinterpretasikan oleh ulama tabiin ahli bahasa Kholil bin Ahmad al-Farahidi berasal dari kata ar-ramidh. Ar-ramidh sendiri artinya awan atau hujan yang turun di akhir musim panas, sebelum memasuki musim gugur. Hujan ini disebut ar-ramidh karena menghapus apansnya matahari yang terik menyengat. Sebagaimana bulan Ramadhan membersihkan diri kita dari berbagai perbuatan dosa.

Nah, setelah mengetahui makna yang terkandung dalam kata Ramadhan, ada baiknya kita lebih menghayati dan memaksimalkan bulan Ramadhan 2016 yang akan kita jelang sebentar lagi. Caranya antara lain dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Manfaatkan kesempatan ini, sebab belum tentu kita akan bertemu Ramadhan berikutnya. Wallahu ‘alam.

nasgorkam

5 Rekomendasi Tempat Sahur di Jakarta

Published in Food, Inspiration
by Hafsyah

Malas masak sahur? Tenang saja, kami punya 5 rekomendasi tempat sahur menarik di Jakarta!

1. Nasi goreng kambing Kebon Sirihnasgorkam

Nasi goreng kambing yang melegenda di se-antero Jakarta ini buka pada malam sampai dini hari. Nasi goreng berbumbu kaya rempah mirip nasi kebuli, bertabur daging kambing empuk, ditemani emping garing. Untuk melengkapi santap sahur kamu, jangan lewatkan juga sate kambingnya yang tak kalah lezat.

2. KL VillageklKuliner khas Melayu ini terletak di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. Menu-menu yang disajikan adalah ragam makanan kopitiam mulai dari roti canai, nasi lemak, nasi briyani, seafood, hingga martabak. Salah satu menu unik KL Village adalah roti tisu yang tipis berbentuk kerucut dengan aneka topping yang nikmat. Usahakan memilih kursi di luar untuk menikmati santap sahur sambil menikmati angin malam Jakarta.

3. Aneka Bubur 786bubur

Tempat bubur yang buka 24 jam ini menawarkan hidangan khas Pakistan. Misalnya martabak sayur, martabak daging, serta roti naan aneka topping gurih dan manis. Menu khas kedai ini yang selalu jadi incaran pengunjung adalah bubur zafran yang terbuat dari buah zafran khas Pakistan. Untuk hidangan yang lebih berat, kedai yang berlokasi di Kemang ini juga menyediakan berbagai seafood dan Chinese food.

4. Sate Padang Ajo Ramonsate

Satu lagi legenda kuliner Jakarta. Kuliner Minang seakan tidak pernah kehabisan menu yang menggoyang lidah. Salah satunya sate padang. Sate daging dan lidah sapi ini tersaji dengan ketupat dan saus yang khas. Cocok jadi pilihan menu sahur kamu, sebab Ajo Ramon buka hingga subuh, lho.

5. Dim Sum Inc.dimsum

Dim Sum Inc. yang terletak di Pasar Festival buka hingga subuh selama bulan Ramadhan. Jadi kamu bisa bersantap sahur dengan aneka ragam dim sum goreng, kukus, bubur, hingga dessert. Pas untuk sahur bareng keluarga dan teman-teman sekaligus kumpul bersama.

manfaat-konsumsi-kurma-saat-hamil-60022

5 Manfaat Kurma untuk Berbuka Puasa

Published in Food, Inspiration
by Hafsyah

Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk berbuka puasa dengan kurma. Berangkat dari riwayat inilah buah kurma begitu identik dengan bulan Ramadhan. Buah kurma memang buah yang mudah ditemukan di Jazirah Arab pada masa Rasulullah. Namun, di balik itu, banyak fakta ilmiah yang membuktikan manfaat kurma sebagai menu berbuka puasa. Apa saja manfaat kurma untuk berbuka puasa?

manfaat-konsumsi-kurma-saat-hamil-60022

1. Mengontrol nafsu makan
Saat berbuka puasa biasanya kita kalap segera menyantap berbagai takjil dan makanan berat. Namun jika kita mengawali berbuka dengan memakan kurma, kita bisa mengontrol rasa lapar. Apalagi jika setelah itu ditambah air putih, kemudian dijeda dengan salat Maghrib. Niscaya kita tidak akan begitu bernafsu untuk menyantap aneka makanan dalam porsi besar.

2. Mudah dicerna
Kurma memiliki khasiat mengaktifkan enzim-enzim pencernaan, sehingga cocok sebagai pengawal menu berbuka. Dengan demikian, perut kita tidak akan ‘kaget’ ketika kita makan makanan berat sesudahnya. Sebab bagaimana pun juga, pencernaan kita baru saja neristirahat selama lebih dari 12 jam.

3. Sumber energi dan gula alami
Mengonsumsi kurma saat berbuka puasa adalah pilihan yang tepat. Kandungan glukosa dan fruktosa alami yang terdapat dalam buah kurma merupakan sumber energi yang baik. Sehingga tubuh segera kembali merasa bertenaga setelah seharian menjalani puasa.

4. Mencegah sembelit
Selama puasa, biasanya kita jadi kurang cermat mengatur keseimbangan nutrisi makanan. Salah satu zat yang sering terlewatkan adalah serat, sehingga kita sulit BAB bahkan sembelit selama puasa. Salah satu manfaat kurma adalah kandungan serat larut dan asam amino yang bermanfaat untuk membantu meringankan kinerja sistem pembuangan kita.

5. Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
Kurma dapat menyeimbangkan tingkat keasaman darah yang cenderung meningkat saat berbuka. Biasanya peningkatan keasaman darah ini karena konsumsi daging dan karbohidrat ketika makan saat berbuka puasa. Nah, mengonsumsi kurma dapat menghindari lonjakan asam darah ini.

lemes

Tips Agar Tidak Lemas Saat Puasa

Published in Featured
by Hafsyah

Salah satu keluhan umum orang yang berpuasa adalah rasa lemas sepanjang hari. Hal ini bisa jadi merepotkan, karena aktivitas kita harus tetap berjalan seperti biasa selama puasa seperti bekerja, kuliah, atau bersekolah. Jangan khawatir, sebab lemas harusnya tidak terjadi saat berpuasa. Apa saja yang perlu diperhatikan agar tidak lemas saat puasa?

lemes

  1. Berbuka puasa

    Menjelang berbuka puasa biasanya kita sudah menyiapkan semua makanan di meja. Mulai dari takjil, gorengan, camilan, hingga makanan berat. Dalam berbuka puasa, sebaiknya urutkan menu yang akan dimakan mulai dari makanan manis yang mudah diserap tubuh sehingga dapat mengembalikan energi secara cepat seperti kurma, air kelapa, susu, atau jus. Pastikan menghindari makanan manis yang mengandung banyak gula pasir atau pemanis buatan (misalnya gula diet) seperti aspartam. Usahakan rasa manis yang kamu konsumsi adalah manis alami, atau gula aren, atau madu. Pisang bisa jadi pilihan mudah untuk memenuhi rasa manis dan kenyang secara cepat karena kaya magnesium, kalium, dan karbohidrat. Hindari minuman dingin agar perut tidak kembung.

  1. Makanan utama

    Mulailah makan berat selepas salat tarawih, atau minimal 30 menit setelah berbuka. Hal ini untuk memberi waktu kepada pencernaan agar tidak bekerja terlalu berat. Makanlah seperti biasa namun hindari makanan tinggi dan kalori seperti gorengan, makanan bersantan, gulai, dan lain-lain. Pastikan juga kamu sudah meminum setidaknya 5-6 gelas air putih sejak berbuka. Bisa dibagi antara waktu berbuka, selepas tarawih, dan sebelum tidur.

  2. Sahur

    Sahur adalah momen penting selama berpuasa, karena menentukan kondisi kita selama berpuasa. Menu sahur yang kurang tepat akan membuat puasa terasa lebih berat karena kita jadi lebih cepat haus, lemas, mengantuk, dan sebagainya. Untuk itu, nikmati santap sahur dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan olahan gandum seperti oatmeal, roti gandum, pasta gandum, ubi, atau bubur kacang hijau. Kaborhidrat kompleks semacam ini lebih lama dicerna tubuh sehingga membuat kita kenyang lebih lama, gula darah lebih stabil, dan mood juga lebih terjaga. Hindari kopi, teh, makanan berlemak tinggi, karena akan memacu metabolisme sehingga kita lebih cepat haus. Sebaliknya, kurang protein dan serat juga dapat membuat metabolisme melambat sehingga kita merasa lemas seharian.

  1. Porsi makan

    Saat puasa, kita sulit mengukur porsi makan normal yang biasa kita makan. Hal ini karena terbatasnya waktu makan hanya pada sahur dan berbuka. Selain itu, sering kali kita masih merasa kenyang saat sahur akibat terlalu banyak makan ketika berbuka. Sehingga tanpa sadar hal ini mempengaruhi porsi makan sahur kita. Pastikan kamu menakar porsi makanmu dengan cukup, tidak kurang dan juga tidak lebih banyak dari biasanya.

  1. Tidur

    Tahukah kamu bahwa kebanyakan lemas dan mengantuk selama puasa bukan diakibatkan rasa lapar tapi jam tidur yang berantakan? Selepas tarawih biasanya kita masih beraktivitas ringan, hingga tidak terasa hari sudah larut malam. Namun kemudian sudah harus bangun untuk sahur dan salat subuh. Setelah itu matahari mulai terbit dan kita sudah harus segera beraktivitas. Untuk itu, seimbangkan jam tidur yang sesuai sehingga tubuh kita tetap mendapatkan istirahat yang cukup.