0 %

berbuka puasa / TAG ARCHIVES

kurma

Sunnah Rasulullah SAW Berbuka Puasa

Published in Faith
by Hafsyah

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, waktu berbuka yang dinanti-nanti terasa begitu indah. Hidangan berbuka yang telah tersaji tak sabar rasanya untuk segera kita santap. Ada banyak hal yang harus diperhatikan selagi berbuka puasa. Pastikan kamu tidak makan terlalu kenyang, mendahulukan menu yang tidak membuat pencernaan ‘kaget’, sehingga tidak mengganggu ibadah malam kita. Misalnya lagi, mana yang harus didahulukan: makan atau salat maghrib—apalagi salat maghrib waktunya sangat terbatas. Untungnya, Rasulullah SAW sebagai tauladan terbaik (uswatun hasanah) telah mencontohkan beberapa adab berbuka puasa. Antara lain:

kurma

-Menyegerakan berbuka puasa

Ada banyak riwayat yang menyebutkan anjuran Rasulullah untuk menyegerakan berbuka puasa. Dari Sahl bin Sa’ad RA, Rasulullah Saw bersabda: “Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka.” (HR Bukhari). Ada lagi hadits lain menyebutkan, Dari Sahl bin Sa’ad ra, Rasulullah Saw bersabda: “Umatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa).” (HR Abu Dawud). Tidak menunggu bintang yang dimaksud dalam hadits ini adalah berbuka puasa begitu matahari terbenam (penanda waktu maghrib karena ketika itu belum ada jam), bukan ketika hari sudah benar-benar malam hingga telah tampak bintang di langit.

Hikmah sunnah ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umatNya yang telah seharian tidak makan dan minum. Allah SWT pencipta sekalian manusia memahami batasan-batasan fisik manusia dan tidak ingin umatNya kelaparan-kehausan lebih lama lagi.

-Mendahulukan berbuka daripada salat maghrib

Sering kita bingung antara mendahulukan makan atau salat maghrib, karena maghrib waktunya amat singkat. Sedangkan kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk makan, apalagi setelah seharian berpuasa. Rasulullah SAW bersabda, dari Abu Darda’ RA: “Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi: menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam salat.” (HR At Thabrani). Meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam salat maksudnya sikap tangan selepas takbiratul ihram hingga menjelang rukuk.

Jika makanan belum terhidang, maka sebaiknya kita hanya membatalkan puasa kemudian salat. Namun jika makanan telah terhidang begitu adzan berkumandang, maka makruh hukumnya meninggalkan hidangan untuk salat. Dari Anas bin Malik r.a.: Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila telah dihidangkan makan malam, maka makanlah sebelum kamu menunaikan salat maghrib, dan jangan kamu tergopoh-gapah ketika makan malam kamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dihidangkan makan malam seseorang kamu, sedangkan salat (jamaah) telah didirikan, maka mulailah dengan makan malam. Janganlah dia tergopoh-gopoh hingga dia selesai.” (HR Bukhari dan Muslim). Dua hadits ini menegaskan pentingnya mendahulukan makan daripada salat, dengan catatan makanan telah terhidang di depan mata. Dalam makan pun, makanlah dengan tenang dan jangan terburu-buru karena belum salat. Secara medis, makan yang tergesa-gesa memang tidak baik untuk kesehatan pencernaan. Selain membuat perut menjadi ‘kaget’, kenikmatan makanan secara psikologis pun akan jauh berkurang.

-Berbuka dengan kurma dan air

Dari Anas RA, katanya: “Bahwa Rasulullah SAW berbuka puasa dengan beberapa biji rutab (kurma basah) sebelum salat. Sekiranya tiada rutab, maka dengan beberapa biji thamar (kurma kering), dan sekiranya tiada thamar, maka Baginda minum beberapa teguk air.” (HR. Imam Ahamd dan Tirmizi). Kurma adalah buah yang paling mudah ditemui di Jazirah Arab pada masa itu. Namun secara medis, manfaat kurma sebagai menu pembuka puasa adalah buah ini tinggi glukosa yang dapat menyuntikkan energi ke tubuh seketika. Selain itu juga penting untuk tidak langsung makan berat dan mendahulukan meminum air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

kolak

4 Makanan Khas Bulan Ramadhan

Published in Food
by Hafsyah

Bulan Ramadhan di Indonesia, negara dengan mayoritas muslim banyak dihiasi pernak-pernik khas selain rangkaian ibadah. Selain suasana syahdunya, ada banyak hal lain yang kita rindukan dari bulan Ramadhan. Salah satunya adalah makanan khas yang tidak dijumpai di bulan lain. Apa saja makanan khas bulan Ramadhan?

Timun suri

Timun suri

Buah yang satu ini amat identik dengan bulan Ramadhan. Uniknya, meskipun namanya ‘timun’, dan bentuknya menyerupai mentimun, tapi buah timun suri bukan berasal keluarga mentimun. Timun suri berasal dari suku tumbuhan labu-labuan (cucurbitaceae) dengan bentuk daun dan ukuran biji lebih menyerupai blewah atau melon. Timun suri setengah masak menjadi primadona bulan Ramadhan karena cocok sebagai bahan dasar es penyegar dahaga berbuka puasa. Keunikan lain adalah, timun suri bukan buah musiman sehingga dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun (seperti jeruk, pisang, atau pepaya), namun timun suri hanya marak dijual selama bulan Ramadhan.

Kolang-kaling

Kolang-kaling

Buah atap adalah camilan kenyal berbentuk lonjong dengan warna putih transparan. Kolang-kaling berasal dari biji pohon aren (arenga pinnata) yang dibakar hingga hangus. Setelah dihilangkan getahnya, biji aren ini direbus untuk menghilangkan getahnya selama beberapa jam. Kemudian kolang-kaling direndam larutan air kapur hingga terfermentasi. Kolang-kaling memiliki 93.8% air dalam tiap 100 gram-nya. Sehingga memiliki cita rasa yang menyegarkan untuk berbuka puasa. Selain itu, kolang-kaling juga tinggi serat yang melancarkan pencernaan dan tinggi kalsium yang berkhasiat meredakan nyeri sendi. Kolang-kaling biasa dijadikan komponen pembuatan es atau bahan tambahan dalam kolak.

Kolak pisang

Kolak pisang

Kolak adalah makanan asal Indonesia berbahan dasar pisang dan ubi-ubian yang direbus bersama santan dan gula aren. Kolak merupakan salah satu hidangan takjil paling populer yang sangat identik dengan Ramadhan. Rasa pisang yang lembut, bertemu manis gula aren, dan gurih santan cocok membuka menu buka puasa. Selain pisang, bahan dasar kolak yang tak kalah populer adalah ubi, labu, puding, kolang-kaling, hingga durian.

Biji salak

Biji salak

Nama hidangan ini mungkin akan membuat kita mengernyitkan dahi. Tapi biji salak tidak terbuat dari biji salak sesungguhnya. Biji salak terbuat dari ubi jalar yang dikupas, dikukus, kemudian dihaluskan bersama tepung sagu, garam, dan air. Biji salak memperoleh namanya karena bentuknya yang bulan-bulat menyerupai buah bersisik tajam tersebut. Biji salak dihidangkan dengan kuah kolak yang manis-gurih sebagai pembuka selera berbuka puasa. Ada juga yang menyajikan biji salak dengan kuah gula, lalu disiram santan kental di atasnya.

gg

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H/2016 M

Published in Featured
by Hafsyah

Sedang menunggu waktu berbuka puasa? Mempersiapkan takjil? Atau kamu sedang mengatur persiapan salat tarawih? Yuk, lihat jadwal imsakiyah berikut dari HIJUP!

imsakiyah

Resep Rujak Serut Mangga Muda 

Resep Rujak Serut Mangga

Published in Inspiration
by Layyinah Ayu Sukmaningrum

Resep Rujak Serut Mangga Muda 
Dibulan puasa ini, setiap umat muslim tentunya ingin berbuka dengan minuman yang dapat melepas dahaga. Minuman dengan bahan dasar buah-buahan menjadi salah satu pilihan yang digunakan sebagai campuran minuman berbuka puasa. Siapa yang tidak doyan dengan buah mangga? Buah yang kaya akan kandungan vitamin ini dapat kamu jadikan olahan minuman berbuka puasa. Berikut resep rujak serut mangga yang dapat kamu jadikan menu berbuka puasa.

Bahan :
1 Kg Mangga setengah matang, diserut memanjang.

Bumbu:
50gr gula (sesuai selera)
1 buah terasi bakar
1 buah lemon, peras airnya
1 sendok makan cuka
1/2 sendok makan garam
300 ml air
1/2 sendok makan ebi sangrai
Cabe keriting merah & rawit sesuai selera

Cara membuat:
1. Haluskan bumbu terasi, ebi, dan cabe.
2. Campurkan bumbu halus dengan air lemon, cuka, garam, gula dan air. Kemudian masak hingga mendidih.
3. Masukkan ke dalam toples lalu campurkan dengan serutan buah mangga muda yg telah disiapkan. Simpan di dalam Lemari pendingin beberapa saat agar bumbu meresap.
4. Terakhir, tambahkan kacang goreng.

Catatan: Jika kamu ingin rujak yang lebih dingin, kamu bisa menambahkan es batu.

Oleh: Rika (instagram: @rikaekawati)