0 %

June 2015 / MONTHLY ARCHIVES

hadits-tentang-puasa-ramadhan

Hadits tentang Manfaat Puasa Ramadhan

Published in Faith
by Laiqa Magazine

hadits-tentang-puasa-ramadhan

“Tiga kelompok yang tidak akan ditolak doanya: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, imam yang adil dan orang yang dizalimi” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Seringkali kita membuat “siasat” bagaimana agar doa kita dikabulkan. Padahal salah satu hal yang patut kita usahakan agar doa kita dikabulkan adalah dengan berpuasa. Selain ketika kita berpuasa doa kita menjadi “manjur”, banyak makna puasa lainnya dari manfaat berpuasa. Orang yang berpuasa kelak akan memasuki surga melalui pintu yang khusus disediakan bagi orang-orang yang berpuasa, yakni pintu ar-Rayan.

Tidak semua manusia mampu menemukan manfaat dari sebuah ibadah yang Allah syariatkan. Begitu juga dengan ibadah puasa. Allah telah menempatkan ibadah satu ini sebagai ibadah yang istimewa. Puasa adalah ibadah istimewa yang membawa manfaat  bagi orang yang melakukannya secara fisik, rohani dan perjalanan hidupnya di kemudian hari.

Secara fisik, ilmu kedokteran sudah lama menyadari manfaat puasa. Para dokter sering menyarankan puasa bagi seseorang yang mempunyai penyakit yang sulit disembuhkan. Puasa, terutama di bulan Ramadhan merupakan proses overhaul atau turun mesin setelah satu tahun mesin pencernaan dalam tubuh kita diforsir untuk bekerja.

Secara psikis, puasa membuat jiwa manusia stabil; mampu mengendalikan diri dan tidak mudah diterpa gonjangan jiwa. Para psikolog menyadari hal itu dan sering menyarankan untuk melakukan terapi puasa untuk mereka yang sulit mengendalikan diri terutama mengendalikan amarah.

“Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan dan berharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni Allah.” (HR Bukhari, Muslim, dan Daud Dawud).

“Puasa itu perisai dan benteng yang membentengi dari sentuhan api neraka.” (HR Ahmad dan Baihaqi).

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat hingga tujuh ratus kai. Allah berkata, ‘Kecuali puasa, karena ia milik-Ku dan Aku membalasnya. Karena, ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku. Dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan bertemu edngan Tuhannya kelak. Bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah daripada bau parfum.” (HR Bukhari dan Muslim).

“Seadainya setiap hamba mengetahui apa yang ada dalam bulan Ramdhan, maka umatku akan berharap seadainya setahun itu bulan Ramadhan.” (HR. Ibnu Khauzaimah).

Manfaat bulan Ramadhan akan terasa sebelas bulan berikutnya. Jika dalam satu bulan sudah dipakai untuk pembersihan diri, berarti hidup yang sebelas bulan harus kita nikmati. Kenikmatan itu berupa kebersihan jiwa kita sehingga menjadi manusia yang berpredikat muttaqin, orang yang bertaqwa. Dalam sebelas bulan berikutnya kita akan menikmati betapa mudahnya mengendallikan diri, menahan syahwat dan hawa nafsu. Kita akan dengan mudah menjalankan semua perintah Allah dengan ikhlas dan ringan. Tidak berat dalam meninggalkan larangan-larangan Allah.

Sudahkah kita memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya?

 

Sumber:

Puasa Kaya Makna karya Prof. DR. H. Miftah Faridl.

Foto: Dok. Google

greek-grilled-chicken-bahan

Greek Grilled Chicken With Tzatziki

Published in Inspiration
by Laiqa Magazine

Chicken Marinade:

greek-grilled-chicken-bahan

–       1 cup Greek yoghurt

–       1 lemon, peras

–       2 sdt cumin (jinten)

–       2 sdm fresh dill

–       2 sdm daun mint

–       3 buah bawang putih

–       1 sdt oregano

–       1 sdm garam

–       1 sdt merica

–       4 buah dada ayam

Cara Membuat:

  1. Masukkan semua bahan dan campur hingga merata
  2. Lumurkan bumbu yang sudah dicampurkan pada ayam
  3. Biarkan bumbu meresap selama minimal 15 menit (simpan dalam kulkas)
  4. Panggang ayam hingga matang

greek-grilled-chicken-panggang

Tzatziki Cucumber Salad:

–       2 buah english cucumber

–       ¼ bawang bombai merah

–       2 sdm daun mint

–       2 sdm fresh dill

–       1 buah bawang putih, potong halus

–       1/3 cup Greek yogurt

–       3 sdm lemon juice

–       Garam dan merica

Cara Membuat:

  1. Potong timun secara melintang. Ambil bagian tengah biji timun dengan munggunakan sendok. Potong berbentuk dadu.
  2. Masukan timun yang sudah dipotong dadu, bawang bombai merah, daun mint, dill dan bawang putih ke dalam mangkuk.
  3. Masukkan yogurt, lemon juice dan ½ tsp garam dan merica secukupnya.
  4. Hidangkan Tzatziki Cucumber salad dengan grilled chicken dan potongan tomat

greek-grilled-chicken1

Selesai. Selamat mencoba!

HJP_1454 (1)

Koleksi Eksklusif Ramadhan Dian Pelangi, Ria Miranda, Restu Anggraini, dan Vivi Zubedi untuk HijUp.com

Published in Fashion
by Laiqa Magazine

HJP_1454 (1)

Ramadhan tahun ini terasa sangat spesial bagi HijUp.com. Untuk pertama kalinya HijUp.com mempersembahkan koleksi Ramadhan eksklusif bersama empat desainer muslim Indonesia: Dian Pelangi, Ria Miranda, Restu Anggraini, dan Vivi Zubedi.  Koleksi ini diluncurkan pada tanggal 29 Juni 2015 di Hotel Dharmawangsa dihadiri oleh para media, hijab fashion bloggers, dan para model muslimah. Berikut adalah rangkuman penjelasan  koleksi keempat desainer yang secara eksklusif hanya bisa didapatkan di HijUp.com.

Ramadhan with HijUp: Dian Pelangi

dian pelangi for hijup

Kolaborasi pertamanya bersama HijUp.com ini, Dian Pelangi menghadirkan delapan koleksi premium yang terdiri dari empat eksklusif design yang shalatready dan empat koleksi design untuk berlebaran. Keempat koleksi shalatready ini Dian Pelangi menggunakan bahan ceruti dan dua teknik pewarnaan. Teknik pewarnaan pertama adalah gradasi atau yang biasa disebut dengan ombre. Pemilihan warna pun jatuh pada warna tosca, koleksinya ini merupakan refleksi dari perjalanannya di Bandung. Dian terinspirasi dari Noor Hotel yang menggunakan interior design berwarna yang sama. Warna tosca sendiri dipilih untuk memberikan kesan sejuk bagi yang memandangnya.

Sementara untuk teknik pewarnaan kedua pada koleksi shalat-ready ini, Dian pelangi menggunakan teknik pewarnaan jumputan atau Tie Dye, sesuai dengan ciri khas Dian Pelangi. Dengan motif seperti ular dan warna abu-abu, motif ini terinspirasi dari bangunan-bangunan tua di jalan Braga kota Bandung. Keempat koleksi lainnya merupakan design premium yang dikhususkan untuk melengkapi penampilan selama hari raya. Seluruh koleksi ini diciptakan secara unik dan eksklusif dengan menggunakan bahan khas Indonesia yaitu tenun. Koleksi ini juga ditaburi batu-batu swarovski untuk memberikan kesan mewah dan elegan. Ke delapan desain khusus ini eksklusif hanya bisa didapatkan melalui Hijup.com

 

Ramadhan with HijUp: Kasbah by Ria Miranda

ria miranda for hijup

Ria Miranda merilis koleksi yang didesain eksklusif untuk HijUp.com dengan tema Kasbah. Kasbah adalah tempat berlindung berupa dinding  tinggi tanpa jendela; suatu simbol kemakmuran bagi penduduk Maroko. Ria Miranda juga mengambil inspirasi dari moorish architecture khas Maroko yang terlihat sederhana, modern, dan kaya akan pengaruh budaya Spanyol, Portugal, dan Perancis.

Dalam koleksi Kasbah ini, Ria Miranda akan menampilkan signature design Ria melalui detail pattern yang tertuang dalam ragam pilihan tunik, skirt, top, dress, dan kaftan. Kombinasi warna yang dipilih lebih soft, seperti cokelat, hijau, dan biru. Aksen garis geometris Islami berpadu motif bordir bunga terinspirasi Hungarian embroidery di atas bahan satin dan diamond gorgette berkualitas. Pemilihan fabrics ini lebih mewah dan eksklusif untuk tampil elegan di Hari Raya.

“Kolaborasi dengan HijUp.com ini tentunya berbeda dengan kolaborasi biasanya. Saya excited sekali karena HijUp juga menghadirkan desainer berbakat lainnya. Sejak awal, HijUp.com sudah menjadi partner khusus untuk brand Ria Miranda, yang turut membangun berkembangnya fashion muslim Indonesia. Harapannya, HijUp.com dapat menciptakan tren e-commerce fashion muslim yang mampu merangkul desainer Indonesia. Tetap cintai produk lokal, saling mendukung dan bekerjasama agar dapat mewujudkan mimpi Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia,” ujar Ria Miranda.

 

Ramadhan with HijUp: Naqiya by Restu Anggraini

restu anggraini for hijup

 Restu Anggraini menghadirkan koleksi eksklusif Ramadhan untuk HijUp.com bertajuk Naqiya yang berarti pure, back to Fitr. Konsep desain pada koleksi ini masih bertema minimalis tetapi tetap menonjolkan suasana Hari Raya yang penuh syukur, karena pada hakikatnya, inti dari Idul Fitri adalah kesederhanaan dan kesucian hati.

Ciri khas yang paling terlihat dari koleksi eksklusif HijUp.com ini adalah teknik layering dengan cutting minimalis. Warna-warna yang digunakan bertema tone muted seperti putih dan abu-abu. Kaftan, blouse, celana, dan rok pada koleksi ini menjadi kombinasi lengkap untuk berbagai suasana saat Ramadhan, baik untuk acara formal maupun untuk tampilan sehari-hari. Potongan dress juga dipersiapkan untuk Hari Raya dengan bahan-bahan cotton blend polyester untuk memberikan efek loose dan jatuh dengan indah.

Kolaborasi bersama HijUp.com ini bukan pertama kalinya untuk Restu Anggraini. HijUp.com pun memberikan dukungan saat dia melangsungkan fashion show di Tokyo, sehingga kolaborasi yang kedua ini menjadi koleksi yang ditunggu-tunggu dan dipersiapkan dengan penuh antusias.

Ramadhan with HijUp: Vivi Zubedi

vivi zubedi for hijup

 

Vivi Zubedi menghadirkan koleksi eksklusif abaya dengan sentuhan detail ethnic-boho yang menjadi benang merah di setiap karyanya. Koleksi ini terinspirasi dari penggabungan unsur budaya Timur Tengah yang dikenal dengan potongan loose cut. Didominasi oleh warna hitam dan panduan warna khas Boho, koleksi kali ini memberikan sentuhan desain yang tidak monoton. Desainnya disesuaikan dengan penampilan muslimah Asia yang umumnya lebih sederhana, namun tetap high end dan berkelas. 

 

hijab-tutorial-ayu-aryuli1

Hijab Tutorial by Ayu Aryuli: Light Layer

Published in Inspiration
by Laiqa Magazine

Gaya hijab layer biasanya sering digunakan untuk melengkapi tampilan hijab ke pesta. Namun kali ini, Ayu Aryuli berbagi gaya hijab layer yang dapat kamu kenakan juga sehari-hari. Tak usah bingung saat kamu harus menghadiri 2 acara atau lebih sekaligus dalam sehari. Gaya hijab light layer by Ayu Aryuli ini adalah pilihan yang pas untuk kamu yang tak mau ribet namun tetap dapat tampil rapi dan cantik di setiap kesempatan.

hijab-tutorial-ayu-aryuli1

1. Pakai pashmina dengan satu sisi lebih panjang

2. Rekatkan dua sisi dengan jarum pentul

hijab-tutorial-ayu-aryuli2

3. Angkat sisi lebih panjang dan putar ke belakang

4. Tarik sisi yang tadi diputar, rapikan

hijab-tutorial-ayu-aryuli3

5. Sematkan jarum pentul di bagian samping

6. Angkat bagian atas sisi hijab yang lebih panjang

hijab-tutorial-ayu-aryuli4

7. Tarik ke samping bagian atas hijab yang lebih panjang

8. Sematkan jarum pentul

Selesai. Selamat beraktivitas!

jenis jenis zakat

Jenis-Jenis Zakat

Published in Faith
by Laiqa Magazine

jenis jenis zakat

Dalam syari’at Islam terdapat dua jenis zakat, antara lain:

1. Zakat fitrah, Zakat Fitri, Zakat Diri, Zakat Turra’si

Zakat fitrah adalah jenis zakat yang wajib dibayar oleh setiap muslim setelah selesai puasa Ramadhan menjelang Hari Raya ‘Idul Fitri (akhir bulan Ramadhan), baik laki-laki, perempuan, anak kecil maupun dewasa, merdeka hamba sahaya. Jenis zakat fitrah di-fardhu-kan berbarengan dengan ke-fardhu-an shaum Ramadhan, yaitu pada tahun ke-2 Hijriyah.

Ibnu ‘Umar menyatakan:

Bahwasanya Rasulullah SAW telah memfardhukan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ syair atas hamba sahaya, orang yang merdeka, baik laki-laki maupun wanita, anak-anak ataupun yang sudah dewasa dari kaum muslimin. Diperintahkan sebelum orang keluar untuk melakukan shalat sunat ‘Idul Fitri.

Dalam riwayat Ibnu ‘Adi dan Daruquthni menyebutkan bahwa:

Selamatkanlah mereka (orang-orang miskin) dari meminta-minta pada hari ini.

Jumlah zakat fitrah yang harus dikeluarkan oleh setiap orang dari umat Islam adalah, sebanyak tiga sepertiga liter, beras (yang nasinya biasa dikonsumsi yang bersangkutan), atau makanan lain yang menjadi konsumsi pokok.

Orang-orang yang diprioritaskan berhak menerima fitrah adalah fakir miskin, berdasarkan petunjuk Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60, menerangkan tentang 8 mustahik zakat.

2. Zakat Mal dan Zakat Harta

Hukum Zakat Mal

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang memiliki harta tertentu. Kewajiban menunaikan zakat harta, difardhukan sejak tahun ke-2 Hijriyah setelah disyari’atkannya zakat fitrah.

Dalam hadits Jabir yang diriwayatkan Muslim tentang nishab perak, unta dan makanannya lainnya:

Tidak ada zakat pada perak yang kurang dari lima ‘uqiyyah (40 dirham), tidak ada zakat pada unta yang kurang dari lima ekor, dan tidak ada zakat pada biji-bijian (hasil pertanian) yang kurang dari lima wasaq.

Syarat Zakat Mal

Syarat orang wajib berzakat:

–          Muslim

–          Baligh

–          Merdeka

Syarat harta yang wajib dikeluarkan zakatnya:

–          Milik sempurna

–          Harta itu berkembang,  atau tersimpan melebihi kebutuhan wajar

–          Telah memenuhi batas minimal untuk dikeluarkan zakatnya (nishab)

–          Telah melebihi kebutuhan pokok

–          Bebas dari utang

–          Telah haul (masanya telah satu tahun) atau hashad (panen). Kecuali zakat tertentu seperti rikaz

Syarat Sah Zakat:

–          Niat

–          Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syara’

Kewajiban zakat dimulai sejak seluruh syarat wajib zakat yang dikemukakan di atas terpenuhi, sehingga tidak wajib zakat itu sebelum terpenuhinya syarat di atas. Kewajiban mengeluarkan zakat tersebut tidak boleh ditunda-tunda, karena dengan menundanya berarti ditimpa dosa besar.

Zakat tidak wajib dikeluarkan sebelum harta itu sampai pada batas minimal (nishab) harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Sesuatu kekayaan yang tidak tersentuh oleh aturan zakat baik menyangkut haul atau nishabnya atau jenis usahanya hendaknya dikeluarkan infaknya.

Berikut adalah jenis-jenis zakat dalam Islam yang harus kita ketahui. Semoga bermanfaat!

Sumber:

Harta dalam Perspektif Islam oleh Dr. Miftah Faridl

apakah-tren-tudung-turban-sudah-tenggelam

Apakah Tren Tudung Turban Sudah Tenggelam?

Published in Fashion
by Laiqa Magazine

apakah-tren-tudung-turban-sudah-tenggelam

Tudung turban menjadi salah satu item yang sering dipakai para muslimah sebagai salah satu variasi gaya hijab modern. Gaya penutup kepala yang satu ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Pada awalnya turban atau sorban biasa dikenakan oleh para laki-laki di negara-negara Asia seperti Timur Tengah, India, Afrika hingga Jamaika. Bagi masyarakat Arab, turban digunakan untuk menutupi wajah dari deburan pasir. Sedangkan di India, turban dijadikan sebagai simbol kelas sosial mereka.

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, turban mulai dipakai oleh para perempuan di negara barat. Dengan munculnya sebuah lukisan karya Jan Vermeer dengan gambaran seorang perempuan mengenakan turban yang terinspirasi dari gaya perempuan Turki di abad ke-17, juga menjadi asal muasal dikenalnya gaya turban. Di tahun 1930, turban mulai menjadi trend mode yang elegan dan stylish terinspirasi dari budaya Timur. Pada era tahun 70-an, turban juga dipakai sebagai aksesori kepala yang dipadukan dengan gaya bohemian yang chic.

Turban ala Desainer

tren tudung turban

Kini, tudung turban pun diminati para muslimah di dunia dengan menjadikan gaya ini sebagai tren hijab yang modern. Setelah sempat meredup, turban kembali tren di musim Spring/Summer 2015 ini. Terbukti dari beberapa desainer ternama dunia seperti Derek Lam, Chalayan dan Bibhu Mohapatra yang menghadirkan tren turban untuk melengkapi koleksi busana mereka. Gaya tudung turban ala desainer-desainer ini pun bisa dijadikan inspirasi untuk tampil chic dengan turban yang tentunya disesuaikan dengan syari’at islam. Selain gaya hijab simpel dengan paduan outfit gaya clean cut yang sekarang sedang trend, turban juga bisa dijadikan salah satu aksesori kepala yang wajib dicoba.

Tidak hanya para desainer luar saja yang menghadirkan tren tudung turban kepada pecinta fashion di dunia. Tapi, desainer Indonesia seperti Dian Pelangi pun menghadirkan trend tudung turban yang Ia ciptakan sendiri. Seperti gaya turban yang Ia beri nama “Baling-baling Bambu” menjadi salah satu tren turban yang mulai dicoba para hijabers pecinta fashion. Selain itu Dian Pelangi pun masih mengenakan gaya tudung turban classy yang dipadukan dengan busana rancangannya sendiri.

Trendsetter Turban

Para hijab blogger seperti Dina Tokio dan Ascia Akf atau penyanyi asal Malaysia, Yuna pun masih mengenakan tudung turban sebagai personal style mereka. Turban menjadi ciri khas dalam penampilan mereka sehari-hari. Dengan beragam model turban yang bervariasi, tampilan turban mereka cukup banyak dijadikan inspirasi para hijabers di dunia. Misalnya tudung turban dengan model pita atau turban dengan model simpul yang sederhana bisa dijadikan referensi untuk tampil cantik dengan turban. Gaya tudung turban modern ini juga sangat cocok dipadukan dengan beragam model busana mulai dari gaya kasual, sporty hingga formal.

Jadi, apakah tren tudung turban sudah tenggelam? Jawabannya tentu tidak. Di tengah maraknya tren hijab simple dan hijab syar’i, trend turban masih diminati para muslimah karena turban termasuk gaya fashion hijab yang simpel, praktis dan tidak ribet. Selain itu beragam kreasi turban juga bisa dibuat sendiri dari hijab paris dan pashmina atau turban instan yang praktis. Ditambah lagi saat ini gaya tudung turban ini juga masih sering dikenakan oleh para trendsetter fashion hijab seperti hijab blogger atau para selebriti yang mengenakan hijab. So, jangan ragu mencoba tudung turban dengan beragam kreasi yang simple namun tetap terlihat stylish tanpa ribet.

Sumber foto: Doc. Laiqa Magazine & Dian Pelangi

poffertjes_05

Resep Poffertjes Ice Cream

Published in Fashion
by Laiqa Magazine

poffertjes_05

Resep dan Foto: Popi Prihandini

 

Bahan:

poffertjes_01

100 gram tepung protein sedang

100 gram tepung protein tinggi

40 gram gula pasir

1 sdt ragi instan

300 ml susu cair

2 butir telur

¼ sdt garam

½ sdt baking powder

½ sdt vanilla cair

50 gram margarin, dilelehkan

 

Topping:

Gula halus

Ice cream

 

Langkah Pembuatan:

1. Aduk rata tepung terigu, ragi instan dan gula pasir. Sisihkan.

2. Kocok lepas telur, tambahkan susu cair sedikit-sedikit sambil diaduk rata. Tuang perlahan-lahan ke dalam campuran tepung sambil diaduk dengan whisk sampai adonan licin. Diamkan selama 20 menit.

3. Masukkan baking powder, vanilla cair, garam dan margarin leleh kemudian aduk rata.

4. Panaskan cetakan poffertjes. Tuang adonan ke dalam cetakan, isi sampai ¾ bagian cetakan. Setelah setengah matang balik adonan, buat bentuk bola-bola. Tunggu sampai matang kemudian angkat.

poffertjes_02

Sajikan dengan taburan gula halus dan ice cream.

Selamat mencoba!

keuangan-dalam-rumah-tangga

Yang Tabu, Yang Ternyata Perlu

Published in Inspiration
by Laiqa Magazine

keuangan-dalam-rumah-tangga

Rasanya kita semua sepakat, pada saat kita menikah, bukan hanya 2 insan yang bersatu, tapi kita mengawinkan juga 2 keluarga besar. Kita mempersatukan 2 budaya yang berbeda. Termasuk dalam hal pengelolaan keuangan. Umumnya masyarakat Indonesia menganggap masalah uang adalah masalah yang tabu untuk dibicarakan, apalagi terhadap pasangan sendiri. Padahal, masalah uang ini penting untuk dibahas bersama pasangan. Hasil survey di Indonesia menunjukkan, bahwa masalah finansial merupakan faktor kedua terbesar yang menyebabkan perceraian selain perselingkuhan. Jadi, jangan anggap remeh urusan uang ini.

Masih belum berhasil juga?

Kisah seorang teman saya ini mungkin bisa memberikan inspirasi. Sebut saja Heidy. Bukan hanya berita tentang kematian mendadak papanya yang membuat dia tidak bisa tidur berhari-hari, melainkan karena ternyata diantara pelayat yang datang ke rumah mereka ternyata juga menagih hutang sang papa. Keluarga mereka selama ini berkecukupan, papa Heidy seorang pengusaha dan mama Heidy ibu rumah tangga. Siapa sangka, setelah papa Heidy meninggal, rumah besar tempat tinggal mereka harus dijual untuk menutupi hutang usaha milik papanya. Sang mama, hanya bisa menggeleng lemah sambil terisak tiap kali Heidy bertanya apa saja dan dimana saja aset papa. Rupanya si papa tidak pernah ngobrol tentang uang dengan si mama.

Keputusan berat pun diambil. Rumah akan dijual, mama Heidy akan menyewa rumah kecil sebagai tempat tinggal baru dan Heidy bersama keempat adiknya masih diwarisi hutang karena ternyata hasil penjualan rumah mereka tidak menutup seluruh hutang  papa. Di tengah keputusasaan ini, tiba-tiba seorang agen asuransi yang pernah ditolong papa, datang melayat dan memberitahukan mereka perihal polis asuransi jiwa yang dimiliki almarhum papa mereka.

Lucunya, mama Heidy malah tidak tahu seperti apa bentuk polis asuransi jiwa yang pernah dibeli almarhum suaminya itu. Apalagi mengetahui keberadaan polis itu. Singkat cerita, sekretaris almarhum papa Heidy menunjukkan sebundel berkas di kantor papanya yang belakangan diketahui sebagai polis asuransi jiwa yang selama ini dicari. Uang pertanggungan polis asuransi jiwa itulah yang akhirnya menyelamatkan keluarga Heidy. Mereka tidak perlu menjual rumah dan Heidy beserta keempat adik-adiknya pun terbebas dari warisan hutang papa mereka.

Serem, ya? Tapi ini benar-benar terjadi. Pemicunya sederhana. Seandainya papa Heidy pernah ngobrol tentang uang dengan mama Heidy – tentang dimana aset mereka, berapa nilainya, dimana dokumen-dokumennya disimpan – mungkin bisa jadi Heidy dan mamanya tidak perlu mengalami masa horror seperti diatas.

Pentingnya terbuka masalah uang dengan pasangan, dalam Islam, simply karena kita memiliki ahli waris. Jika terjadi sesuatu dengan kita, entah itu meninggal atau bercerai, maka ahli waris akan mendapatkan haknya dan terhindar dari keburukan/mudharat akibat tidak mengetahui dan mendapatkan haknya.

 

?????????? ????????? ???? ????????? ???? ?????????? ?????????? ???????? ???????? ?????????? ????????????? ?????? ?????????????? ??????? ????????

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS An-Nisaa:9)

Bagaimana? Masih kesulitan juga membuka pembicaraan tentang uang dengan pasangan?

Tidak ada salahnya kamu menyamakan visi dan misi kalian berdua dalam berumah tangga yang dilandaskan atas dasar syariah Islam, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan. Sederhana. Apa tujuan pernikahan? Dengan mengetahui tujuan inilah semua sumber kebaikan bermuara.

Berikut ini nukilan ayat Al-Quran yang menjadi landasan pentingnya memiliki perencanaan keuangan keluarga:

????? ??????????? ?????? ??????? ???????? ????? ?????????? ????????? ??? ???????????? ? ???? ?????? ??????? ?????? ????? ??????? ???????? ??????? ????????????????? ????????? ??????? ???????????  ????? ??????? ???? ?????? ??????? ??????? ???????? ?????????? ??? ??????????? ??????? ?????? ????????? ??????? ???????????  ????? ??????

Yusuf berkata: “supaya kamu bertanam tujuh tahun lamanya sebagaimana biasa, maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan, kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit) kecuali sedikit dari yang kamu simpan.” (QS Yusuf: 47-49)

Kisah diatas memberikan pelajaran pada kita pentingnya mengelola keuangan keluarga. Dan perencanaan keuangan keluarga akan tercipta jika kita mau terbuka tentang masalah uang dengan pasangan. Meskipun tabu, tapi perlu. Apalagi niatnya untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah.

Semoga beberapa alternative pembuka obrolan tentang uang diatas bisa menjadi pintu kebaikan buat kamu yang masih merasa kesulitan membahas urusan uang dengan pasanganmu, ya.

 

Salam,

Eka Agustina, CFP

hijab-tutorial1

Hijab Tutorial Untuk Menghadiri Ifthar

Published in Inspiration
by Laiqa Magazine

Bosan dengan gaya hijab yang begitu-begitu saja?

Berikut kami hadirkan hijab tutorial yang bisa menjadi alternatif agar kamu dapat tampil anggun dan chic saat menghadiri ifthar atau acara buka puasa bersama:

hijab-tutorial1

1. Kenakan inner ninja untuk menutupi bagian leher. Gunakan kerudung pashmina persegi panjang dengan salah satu sisi lebih pendek dibanding sisi lainnya.

2. Ambil bagian dalam pashmina dari sisi yang lebih panjang dan bawa ke sisi yang berlawanan.

hijab-tutorial2

3. Lingkarkan bagian dalam pashmina tersebut ke belakang leher.

4. Ambil salah satu sisi yang berlawanan yang menjuntai.

hijab-tutorial3

5. Kemudian bentuk simpul.

6. Tarik bagian dalam simpul tersebut dan selipkan ke belakang leher agar terlihat lebih rapi.

HJP-5526

Selesai. Selamat mencoba!

Sejarah Outwear di Dunia Fashion

Published in Fashion
by Laiqa Magazine

Sejarah terus berulang, tidak terkecuali di dunia fesyen. Tak dapat dipungkiri, beberapa fashion items yang sempat nge-hits beberapa tahun lalu justru kembali menjadi tren saat ini. Salah satunya berbagai model outerwear yang tak pernah lekang oleh masa.
sejarah outwear pada dunia fashion

Seperti roda yang terus berputar. Begitulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan tren di dunia fesyen. Ingat saat celana flare high waist yang sempat booming di era ‘70an kembali menjadi favorit beberapa tahun lalu? Atau siapa yang menyangka ketika jelly sandals yang kita punya saat kecil dulu malah kembali jadi tren saat ini.

Rasanya tidak berlebihan jika menganggap outerwear adalah salah satu fashion statement yang tak akan pernah ketinggalan jaman. Bagaimana tidak? Bukan hanya menjadi salah satu must-have-items bagi para pecinta fesyen, beragam model outerwear terus hadir dengan segala perkembangannya dari masa ke masa. Para desainer terus berlomba dalam menciptakan outerwear yang tak hanya berfungsi melindungi tubuh, tetapi juga dapat membantu untuk terlihat stylish. Tapi tahukah kamu bahwa outerwear itu sebenarnya sudah muncul pertama kali sejak zaman sebelum masehi? Meski belum ada bukti otentik, namun dipercaya bahwa nenek moyang kita di masa Paleolithic adalah orang pertama yang mengenakan outerwear sebagai pakaian. Saat itu outerwear dibuat dengan bahan dasar bulu binatang. Mungkin saat itu mereka tidak mengenakannya sebagai fashion statement, tapi lebih kepada kebutuhan, yaitu untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin.

Seiring berjalannya waktu, outerwear pun ikut mengalami perkembangan. Baik dari segi model, penggunaan bahan maupun tujuannya. Di Yunani, baik pria maupun wanita menggunakan balutan kain panjang dari bahan wol atau linen yang disebut “himation”.  Di Roma, pakaian jenis ini biasanya dipakai berbarengan dengan mantel diatas toga oleh kaum pria di abad kedua. Bagi para prajurit, outerwear yang mereka kenakan disebut “chlamys” yang terbuat dari bahan kain berbentuk persegi yang dibalut disekitar lengan kiri dan disematkan dibawah tangan kanan. Ada pula outerwear berbentuk mantel yang disematkan pada kedua bahu atau di leher yang sekarang lebih dikenal dengan istilah “cape”. Atau “poncho cape” yang merupakan kain berbentuk persegi dengan bagian tengah yang bolong untuk memasukkan kepala.

Di negara-negara Eropa di abad 18, cape, cloaks atau mantel adalah sebutan yang umum digunakan untuk outerwear. Baik pria maupun wanita dari segala usia dan kelas ekonomi mengenakan outerwear di kesehariannya. Namun yang membedakannya hanyalah variasi bentuk dan penggunaan material bahan. Contohnya, orang dari kalangan atas mengenakan cape yang dipadankan dengan bulu binatang untuk menghangatkan tubuh dan juga sebagai penanda status sosialnya. Para aristokrat baik pria maupun wanita di abad 15 dan abad 16 menggunakan coat yang menyerupai gaun sebagai outerwear. Lukisan Henry VIII dari tahun 1530-an memperlihatkan potretnya mengenakan outerwear sepanjang lutut dengan bagian depan terbuka.

Perubahan yang paling signifikan pada outerwear di dunia fesyen itu baru mulai terlihat jelas pada abad 18 dan 19. Dimana coat lengan panjang dan jaket mulai menggantikan posisi cape sebagai alternative model outerwear, baik bagi pria maupun wanita. Para wanita di masa itu mengadaptasi elemen pakaian pria saat berkuda. Hanya saja pakaian wanita berupa jaket pas tubuh sepanjang pinggul yang dipadankan dengan rok. Tentu saja outerwear ini didesain khusus agar nyaman dikenakan saat berkuda dan juga cocok dikenakan untuk pakaian sehari-hari.

Mengingat bagaimana tren di dunia fesyen yang terus berputar, maka sungguh tak heran jika sewaktu-waktu model yang sempat ngetren sebelumnya kembali berulang di masa yang akan datang. Dan bukan hal yang mengejutkan pula jika ada karya desainer yang menyerupai satu sama lainnya. Karena bisa jadi para desainer tersebut terinspirasi dari hal yang sama. Contohnya, tren parka yang sempat kembali booming beberapa waktu lalu. Banyak desainer yang mengeluarkan model parka lewat koleksinya. Namun tiap desainer memasukkan sentuhan karakter yang berbeda kedalam karyanya. Seperti Silky Parka dari Rameyza dengan nuansa shabby dan vintage dan Pastel Parka dari Gierly by Gie yang potongan dan pemilihan warnanya yang lebih feminin. Parka sendiri berasal dari bahasa Rusia yang berarti “jaket bulu rusa”. Layaknya outerwear pada umumnya yang bertujuan untuk menghangatkan tubuh dari cuaca dingin, suku Inuit di Kutub Utara bisa mengenakan hingga dua parka sekaligus. Namun pada Perang Dunia II, para tentara Amerika mengadaptasi parka tersebut dengan bahan katun dan warna-warna army.

Meski awalnya outerwear digunakan untuk melindungi tubuh dari dingin, namun seiring perjalanan waktu banyak desainer yang merancang outerwear dengan bahan yang ringan sehingga cocok digunakan oleh orang yang tinggal di negara beriklim tropis. Oleh karena itu, fungsi utama outerwear mulai bergeser menjadi fashion statement bagi para fashionista terutama bagi wanita muslimah yang berhijab. Outerwear tidak hanya berfungsi untuk menutupi lekuk tubuh tetapi juga dapat menjadi fashion items tambahan agar terlihat lebih stylish. Temukan outerwear sesuai karakter dan kebutuhanmu hanya di www.HijUp.com

berdoa-dengan-benar

Alasan Do’a Tidak Diterima Allah SWT

Published in Faith
by Laiqa Magazine

berdoa-dengan-benar

Pernahkah kamu merasa putus asa karena doa yang sudah seringkali kita panjatkan tak juga kunjung dikabulkan. Apakah permintaannya yang salah atau jangan-jangan cara kita berdoa yang ternyata salah? Apa saja sebab-sebab doa kita tidak diterima?

1. Masalah Waktu

Tidak ada seorang muslim yang menghadapkan mukanya kepada ALlah untuk berdoa kecuali Allah memberikannya (memenuhinya), kadang dipercepat dan kadang diperlambat (Hr. Ahmad dan Hakim)

2. Karena Tidak Baik Bagi yang Berdoa

Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagi kamu, dan Allah-lah yang mengetahui (Q.S. Al-Baqarah, 2:216)

Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (Q.S. An-Nisa, 4:19)

3. Ujian Dari Allah

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “kami telah beriman” sedang mereka tidak akan diuji (lagi). (Q.S. Al-Ankabut 29:2)

Dan sesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Q.S. Al-Ankabut 29:3)

4. Ditangguhkan Sebagai Simpanan Akhirat

Tidak ada seorang muslim pun yang berdo’a dengan sesuatu do’a yang bukan do’a menyangkut dosa atau menyangkut usaha memutuskan silaturahmi, kecuali Allah akan memberinya dengan salah satu dari tiga kemungkinan: segera dipenuhi-Nya do’a tersebut atau disimpan-Nya sebagai simpanan pahala di akhirat, atau dihindarkan-Nya dia dari kecelakaan atau kejelekan yang sebanding. Mereka (para sahabat) bertanya bagaimana kalau kami perbanyak? Rasul mejawab: Allah akan memperbanyak lagi. (Hr. Ahmad, Bazzar, Abu Ya’la dan Hakim).

Selain itu Sa’id bin Ali bin Wahaf Alqahthani menyimpulkan adab berdoa dan sebab-sebab doa dikabulkan:

  1. Ikhlas mengharap ridho Allah.
  2. Diawali dan diakhiri dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasul Allah.
  3. Sungguh-sungguh dan yakin akan dikabulkan.
  4. Tegas dan tidak tergesa-gesa.
  5. Menghadirkan hati/khusyu dan pasrah.
  6. Dinyatakan pada saat lapang dan sempit (setiap situasi).
  7. Berdoa hanya kepada Allah.
  8.  Tidak untuk kerusakan keluarga, harta, keturunan dan diri sendiri.
  9.  Mengendalikan suara, tidak samar-samar dan tidak terlalu keras.
  10.  Pengakuan atas dosa dan memohon ampunan-Nya, pengakuan atas anugerah-Nya dan tekad mensyukurinya.
  11.  Tidak terkesan memaksakan (mengancam kalau tidak dikabulkan).
  12.  Merendahkan diri, penuh harap dan rasa takut.
  13. Menolak kezhaliman beserta taubat.
  14. Diulang tiga kali.
  15. Menghadap kiblat.
  16. Mengangkat tangan.
  17. Dalam keadaan memiliki wudhu (bila memungkinkan).
  18. Dengan penuh kesadaran dan kemantapan.
  19.  Diawali untuk diri sendiri kalau akan berdoa untuk orang lain.
  20.  Tawassul (menggunakan perantara) dengan asmaul husna dan sifat-sifat Allah yang agung, atau dengan amal shaleh yang dilakukan sendiri oleh yang berdoa atau dengan bantuan doa orang shaleh yang maish hidup.
  21. Makanan, minuman, pakaian dan kekayaan lainnya diperoleh dengan cara yang halal.
  22. Tidak berdoa dengan dan untuk dosa atau memutuskan silaturahim.
  23. Melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.
  24. Menjauhi dosa dan maksiat.

Foto: Dok. Google

resep sederhana bubur sumsum untuk tajil

Resep Sederhana Bubur Sumsum untuk Berbuka Puasa

Published in Fashion
by Laiqa Magazine

Resep dan Foto: Popi Prihandini (@popiprihandini)

resep sederhana bubur sumsum untuk tajil

Tak heran jika di pertengahan bulan Ramadhan kita merasa jenuh dan bosan dengan menu berbuka puasa. Untuk itu kali ini Laiqa menghadirkan salah satu menu tajil praktis yang bisa kamu coba di rumah. Bubur sumsum merupakan menu camilan tradisional yang digemari banyak orang. Teksturnya yang lembut dan manis sangat cocok untuk berbuka puasa. Berikut adalah resep sederhana bubur sumsum untuk berbuka puasa oleh Popi Prihandini.

Bahan bubur sumsum:

100 gr tepung beras

2 lembar daun pandan, simpulkan

700 ml santan kelapa

1/2 sdt garam

 

Bahan sirup gula merah:

200 gr gula merah, disisir halus

300 ml air

1 lembar daun pandan, simpulkan

1/4 sdt garam

 

Cara pembuatan

Bubur sumsum:

campurkan tepung beras, daun pandan, santan kelapa dan garam dalam panci, aduk rata. Nyalakan api sedang sambil terus diaduk2 sampai kental, meletup-meletup dan matang. Sisihkan.

Sirup gula merah:

Campurkan gula merah, air, daun pandan dan garam. Masak sampai gula merah larut dan mendidih.

Sajikan bubur sumsum dengan siraman sirup gula merah.