0 %

January 2015 / MONTHLY ARCHIVES

WHD-instagram (2)

World Hijab Day Celebration

Published in Fashion
by Laiqa Magazine

WHD-instagram (2)

Hello Dear!

HijUp.com mengundang kalian untuk bergabung dalam acara “World Hijab Day Celebration” untuk memperingati World Hijab Day tahun 2015. Di acara ini akan ada Fun Walk, Zumba, Games, dan Charity. Dalam event ini, HijUp.com dan Laiqa Magazine akan mengumpulkan hijab yang akan didonasikan ke Dompet Dhuafa.

70x100-Final

Film Hijab

Published in Fashion
by Laiqa Magazine

Film Hijab merupakan film pertama dari Dapur Film dan bekerjasama dengan Ampuh Entertainment dan didukung oleh MVP Pictures. Zaskia Mecca yang juga diajak serta oleh Hanung untuk berakting dalam film ini juga dipercaya untuk duduk di kursi produser dan bertanggung jawab atas penataan kostum bersama dengan kakaknya, Tasya Nur Medina.

Film Hijab ini dibintangi oleh Zaskia Adya Mecca, Carissa Puteri, Tika Bravani, dan Natasha Rizy. Selain mereka, film ini juga dibintangi oleh Dion Wiyoko, Mike Lucock, Nino Fernandez, Ananda Omesh, Sophia Latjuba, Meriam Belina, Lily S.P., Marini, Rina Hasyim, Mathias Muchus, Jajang C Noer, Inggrid Wijanarko, Ustad Al Habsy, dan Slamet Rahardjo, serta penampilan khusus dari Marcella Zalianty dan Indra Bekti.

Film ini mengambil potret kehidupan perempuan yang berhijab di Indonesia. Dalam film ini mereka di gambarkan sebagai perempuan yang bukan tipe ‘ikut suami’. Mereka semua mandiri dan membuat bisnis hijab online. Bahkan penghasilan mereka pada akhirnya melebihi suami. Tanpa disadari para suami merasa gengsi dan terancam sehingga menyebabkan keretakan rumah tangga. Apakah mereka tetap akan melanjutkan bisnis mereka dan mengorbankan keluarga? atau memilih kembali menjadi Isteri yang ‘ikut suami’?

Penasaran kan bagaimana jadinya kalau Hanung mengangkat film tentang fashion dan lifestyle wanita berhijab? Saksikan film ini serentak di bioskop seluruh Indonesia!

70x100-Final

DESIGNER_FOCUS_PUSAKO_Fb3

Pusako by Ria Miranda

Published in Fashion
by Laiqa Magazine

DESIGNER_FOCUS_PUSAKO_Fb3

Keragaman budaya Minangkabau yang tak akan habis untuk terus dieksplorasi dalam bentuk busana. Ria Miranda mengambil inspirasi potongan busana dari adat Minangkabau jaman dulu dengan tampilan yang lebih etnik. Menggabungkan unsur modern namun tetap memperhatikan unsur kesederhanaan, kesantunan, serta praktis untuk dikenakan sehari-hari.

tumblr_inline_neaimwaxvB1rncv56

5 Cara Bersantap yang Ramah Lingkungan

Published in Inspiration
by Novitri Esna

 

tumblr_inline_neaimwaxvB1rncv56

1. Beli produk lokal dan organik.

Ini cara yang paling pintar. Meskipun semakin banyak produk organik di supermarket, coba pergi ke pasar tradisional. Misalnya, kamu bisa datang ke Pasar Organik Jakarta yang hadir setiap hari minggu di Jl. Sunda. Cara lain untuk mendukung petani lokal adalah dengan terlibat dalam program organisasi lingkungan tertentu, misalnya dengan menjadi pelanggan sayur dalam project Green Initiative Foundation yang melibatkan petani di Sarongge, Cianjur. Atau kamu tahu pasar tradisional lain dan organisasi serupa yang menjual produk organik? beritahu teman-temanmu. Kamu juga bisa daftarkan dirimu untuk jadi relawan di project serupa.

2. Jadi vegetarian seminggu sekali.

Produksi daging menggunakan energy/ sumber daya yang besar. Rata-rata, untuk memproduksi satu ½ kg daging sapi membutuhkan 2,500 galon air, sedangkan untuk memproduksi ½ kg tomat hanya membutuhkan 22 galon air. Lihat berapa besar perubahan yang dapat kita lakukan satu hari dalam seminggu? Tantang dirimu untuk mencoba resep vegetarian baru.

3. Coba raw food seminggu sekali.

Istirahatkan dirimu dari makanan yang dimasak/diolah dengan proses lama dan cobalah konsumsi raw food. Raw food adalah makanan mentah atau makanan yang tidak dimasak (baik itu digoreng, direbus, dipanggang, dibakar) dan tidak diproses dengan cara tertentu. Dengan cara ini, efeknya tidak hanya sama dengan menjadi vegetarian sehari, tetapi juga menghemat energy karena kamu tidak memakai peralatan masak serta mengurangi penggunaan air dalam proses memasak.

4.  Beli makanan yang minim kemasan.

Ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga membantu mengurangi tubuhmu dari senyawa kimia sintesis yang diserap makanaan ke dalam packaging. Salah satu cara untuk membatasi pembelian packaging/kemasan adalah dengan membeli produk langsung dalam jumlah yang cukup besar dan memisahkannya dalam porsi individu ketika sudah dirumah. Pilih produk berdasarkan kemasan, pikirkan apakah kamu dapat mendaur ulangnya? Apakah kamu dapat menggunakan kembali dan tidak membuangnya?

5. Makan sesuai musimnya.

Dengan memgkonsumsi sayuran atau buah-buahan yang ada sesuai musimnya berarti juga mengurangi jumlah pengeluaran/ energi yang dihasilkan dalam transportasinya. Bayangkan perbedaan yang terjadi ketika kamu membeli apel impor yang dibeli dari belahan negara lain dibandingkan dengan membeli pisang yang tumbuh di banyak wilayah di negeri kita sendiri. Ini bukan sekedar masalah harga lho..